Dosen Fakultas Psikologi Unika Soegijapranata Semarang ini menuturkan, gejala yang terdeteksi pada orang yang kecanduan game gawai di antaranya susah konsentrasi, gelisah, hingga tidak bisa tidur. Tak jarang, akan mudah marah apabila tak dituruti keinginannya untuk main game.
“Ada perasaan tidak menyenangkan jika tidak pakai game online. Jadi seperti narkoba kalau tidak pakai pikirannya kacau, secara fisik pusing, tidak bisa tidur, gelisah, gampang marah, uring-uringan. Itu yang membuat keluarga jadi bingung, jika ditarik game online-nya jadi masalah, tapi jika diberi juga bermasalah,” beber pria yang juga mengajar Psikologi Forensik di Akademi Kepolisian (Akpol) itu.
Gejala selanjutnya, pecandu akan terus menambah waktu dan frekuensi bermain game gawai. Jika semula hanya tiga kali sehari maka akan bertambah seiring dengan meningkatnya durasi waktu permainan hingga berjam-jam.
“Jika mulanya hanya 3, 4 kali sehari maka jadi meningkat penggunaan game online, sampai perubahan mood kepuasan yang diperoleh saat menggunakan game online. Kemudian juga akan terjadi reaksi negatif yaitu mulai muncul dampak dari pekerjaan yang biasanya. Misalnya sudah enggak kegiatan sosial atau mulai terbatas,” tandasnya.
(Khafid Mardiyansyah)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.