PUTRA sulung Presiden Joko Widodo (Jokowi), Gibran Rakabuming Raka memastikan dirinya akan maju di Pilkada 2020 nanti, lewat Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP). Padahal sebelumnya, Gibran dikabarkan akan maju di Pilwalkot Solo lewat independen. Diketahui DPC PDIP Kota Solo secara resmi mengajukan pasangan Ahmad Purnomo dan Teguh Prakoso ke DPP PDIP.
Pria kelahiran Solo, 1 Oktober 1987 itu tidak patah arang, dirinya pun berkonsultasi dengan beberapa senior-senior PDIP di pusat. Dari hasil konsultasi itu, beberapa senior PDIP, menyarankan bila dirinya masih bisa mendaftar melalui DPD atau DPP PDIP. Hingga akhirnya ia bertemu dengan Megawati Soekarnoputri untuk meminta restu dan wejangan.
Menurut Sekjen DPP PDIP, Hasto Kristiyanto mengatakan, dalam pertemuan antara Gibran dan Megawati, suami mantan putri Solo, Selvi Ananda itu diberikan empat buku bacaan oleh Megawati, yakni Indonesia Menggugat; Mencapai Indonesia Merdeka; Lahirnya Pancasila dan Membangun Tatanan Dunia Yang Baru.

Kata Hasto, buku-buku tersebut merupakan buku Bung Karno yang bersifat wajib bagi kader PDIP untuk membacanya. Dengan demikian, Hasto pun menyebutkan pertemuan antara Gibran dengan Presiden kelima ini tak hanya silahturahmi saja tapi juga semacam kursus politik kepada putra sulung Presiden RI ini.
“Pertemuannya semacam kursus politik juga secara langsung dari Ibu Megawati Soekarnoputri kepada Mas Gibran," kata Hasto.
Menanggapi pertemuan tersebut, Ketua DPC PDIP Solo FX Hadi Rudyatmo tak mempermasalahkan jika Gibran menemui Ketua Umum DPP PDIP Megawati Soekarnoputri tanpa meminta izinnya terlebih dahulu.
Menurut Rudy, meskipun Gibran sudah mengantongi Kartu Tanda Anggota (KTA), tak ada keharusan bagi pendiri perusahaan kuliner martabak yang disebut Markobar itu, meminta izin pada dirinya bila ingin menghadap Megawati.

Saat menyinggung apa yang akan dilakukan bila rekomendasi Megawati untuk kandidat Calon Wali Kota Solo jatuh ke ayah dari Jan Ethes Sri Nalendra? Rudy enggan berandai-andai.
Menurut Rudy, rekomendasi merupakan hak mutlak dari Ketua Umum PDIP. Sehingga dirinya menyerahkannya pada Megawati. Namun, secara mekanisme partai, dirinya sudah menjalankannya. Di mana, calon yang ditugaskan maju di Pilwalkot nanti secara sah sudah diusulkan seluruh instrumen partai.
Mulai dari tingkatan anak ranting, anak cabang, hingga ke tingkat DPC. Dan DPC pun sudah menyerahkan hasil pilihan kader diberikan pada Ahmad Purnomo dan Teguh Prajoso.
"Dan itu prosesnya sudah selesai, saya sudah bawa nama calon ke DPP, selesai sesuai ketentuan dari peraturan partai No 24 tahun 2017. Sekarang keputusan ada di DPP," kata Rudy.