Al Baghdadi Terbunuh, Trump Berterima Kasih pada Rusia, Irak, Turki dan Suriah

Rahman Asmardika, Okezone · Senin 28 Oktober 2019 09:54 WIB
https: img.okezone.com content 2019 10 28 18 2122506 al-baghdadi-terbunuh-trump-berterima-kasih-pada-rusia-irak-turki-dan-suriah-SdWeUyFDA6.jpg Abu Bakr al-Baghdadi. (Foto: Reuters)

WASHINGTON – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengucapkan terima kasih kepada negara-negara dan kelompok yang membantu operasi yang menewaskan Pemimpin Negara Islam (IS), Abu Bakr al-Baghdadi di Suriah.

Pada Minggu, Trump mengonfirmasi bahwa Al Baghdadi tewas terbunuh dalam "serangan malam hari yang berani" di Idlib, Suriah barat laut. Dalam pidato langsung dari Gedung Putih, Trump berterima kasih kepada Rusia, Turki, Suriah, Irak, dan pasukan Kurdi karena membantu operasi AS.

BACA JUGA: Pemimpin ISIS Abu Bakar al-Baghdadi Tewas dalam Serangan AS, Ini Kata Trump

Dia memuji "kerja sama besar" dengan Rusia, yang membuka wilayah udara di bawah kendalinya untuk memungkinkan pesawat tempur dan drone AS menggunakan daerah itu. Demikian dilaporkan RT, Senin (28/10/2019).

"Irak sangat bagus," lanjut Trump, sebelum berterima kasih kepada Turki karena mengizinkan pasukan AS terbang rendah dan cepat di wilayahnya.

Dia juga menyampaikan apresiasinya kepada pasukan Kurdi Suriah yang menurutnya "Memberi kami beberapa informasi yang ternyata sangat membantu". Sampai tercapainya gencatan senjata pekan lalu, pasukan Kurdi di Suriah telah menjadi sasaran operasi militer Turki di utara Suriah, yang menurut beberapa pihak dikarenakan penarikan pasukan AS dari daerah itu.

Menurut Trump, kerahasiaan serangan yang dilancarkan pada Sabtu malam itu berarti helikopter AS harus terbang rendah untuk menghindari deteksi. Pendekatan ini dimungkinkan melalui koordinasi dengan pasukan lain di daerah itu, yang telah diperingatkan sebelumnya tentang pasukan Amerika yang masuk.

Trump mengatakan bahwa Rusia diberitahu tentang penerbangan itu, tetapi tidak tahu tentang serangan yang menyasar Al Baghdadi.

BACA JUGA: Irak dan Iran Sudah Diinformasikan Kabar Tewasnya Pemimpin ISIS Baghdadi

"Pejuang ISIS dibenci oleh Rusia dan sebagian dari negara-negara lain seperti kita," kata presiden kepada wartawan.

Menurut Trump, Al-Baghdadi meledakkan rompi bunuh diri setelah mencoba melarikan diri melalui sebuah terowongan dengan tiga anaknya. Meskipun jasad Al-Baghdadi rusak, Trump mengklaim bahwa mereka dapat menggunakan tes untuk mengidentifikasi identitasnya.

“Dia mati seperti anjing, seperti pengecut. Dunia sekarang adalah tempat yang jauh lebih aman,” ujarnya.

Berbicara setelah pengumuman Trump, para pemimpin militer Kurdi mengatakan kepada AFP bahwa mereka sekarang mengantisipasi "sel-sel tidur IS akan membalas dendam atas kematian Al-Baghdadi".

Menurut seorang komandan, Pasukan Demokratik Suriah (SDF) yang dipimpin Kurdi menahan lebih dari 10.000 tahanan IS. Dia menambahkan bahwa keadaan itu menjadi alasan “mengapa segala sesuatu mungkin terjadi, termasuk serangan terhadap penjara".

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini