Pemimpin ISIS Abu Bakr Baghdadi Tewas, BNPT Berencana Kirim Tim ke Suriah

Rahman Asmardika, Okezone · Senin 28 Oktober 2019 14:35 WIB
https: img.okezone.com content 2019 10 28 18 2122655 pemimpin-isis-abu-bakr-baghdadi-tewas-bnpt-berencana-kirim-tim-ke-suriah-tn0iacxdAa.jpg Pemimpin ISIS Abu Bakr al-Baghdadi. (Foto/Reuters)

JAKARTA - Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) menyatakan pihaknya akan tetap waspada dan berhati-hati menyusul kabar tentang kematian Pemimpin Negara Islam (IS) dulu ISIS, Abu Bakr al-Baghdadi di Suriah. Al-Baghdadi dilaporkan tewas dalam operasi militer pasukan Amerika Serikat (AS) pada akhir pekan lalu.

Namun, Kepala BNPT, Suhardi Alius mengatakan bahwa kematian pentolan teroris itu bukan berarti aksi IS akan berakhir, dan BNPT akan terus mengamati dan waspada mengenai kemungkinan yang muncul dari kejadian ini.

"Kita sudah mendengar itu (kematian Al-Baghdadi) tapi kita tetap tidak boleh under estimate (meremehkan-red). Kita memperhatikan apa yang akan terjadi setelah itu, kita harus tetap hati-hati karena itu akan berdampak,” ujanya saat dtemui media usai penandatanganan nota kesepahaman (MoU) kerja sama terorisme di Kementerian Luar Negeri RI, Senin (28/10/2019).

Baca juga: Al Baghdadi Terbunuh, Trump Berterima Kasih pada Rusia, Irak, Turki dan Suriah

Baca juga: Pemimpin ISIS Abu Bakar al-Baghdadi Tewas dalam Serangan AS, Ini Kata Trump

Ia menambahkan, “Sekarang segala sesuatu sifatnya global, kejadian di timur tengah juga berdampak ke dalam negeri, seluruh dunia tidak hanya di indonesia."

Dia juga menjelaskan bahwa Indonesia akan terus menjalin kerja sama dengan pihak-pihak terkait termasuk perwakilan Indonesia di Suriah dan Irak, dan mengirim tim untuk memantau situasi.

"Jadi ideologi kan ada kita masih menanti progresnya, bagaimana ke sana setelah diumumkan oleh Donald Trump, Presiden Amerika Serikat. Nah, kita juga akan mengikuti. Kita akan kerja sama terus dengan kementerian terkait termasuk, perwakilan Indonesia di luar negeri, di perbatasan Suriah, Irak, kita akan kerja sama kita akan kirim tim untuk meniai situasi terakhir bagaimana.

"Ini berhadapan dengan ideologi, jadi kita tidak boleh lengah sama sekali, mereduksi kalau bisa tanpa perlu ribut-ribut, bagaimana mentralisir itu semua dan bagaimana treatment yang pas," pungkasnya.

(fzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini