nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

4 Titik Api Masih Membakar Sejumlah Gunung di Jatim

Avirista Midaada, Jurnalis · Senin 28 Oktober 2019 10:35 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 10 28 519 2122528 4-titik-api-masih-membakar-sejumlah-gunung-di-jatim-dTZ1NUmzI7.jpg Kebakaran Gunung Arjuno (Foto : Okezone.com/Avirista)

MALANG - Sejumlah titik kebakaran lahan dan hutan di kabupaten dan kota di Jawa Timur hingga Senin pagi (28/10/2019), belum dapat dipadamkan seluruhnya. Hingga saat ini api sudah membakar ratusan hektare lahan.

Kepala Pelaksana BPBD Jawa Timur Suban Wahyudiono mengatakan dari data yang diterima BPBD setidaknya ada 12 lahan di kabupaten berbeda terdampak kebakaran hutan.

"Dari 12 titik api itu ada delapan wilayah yang masih belum padam. Mayoritas letaknya di hutan di daerah pegunungan dan daratan tinggi," ujar Suban Wahyudiono.

Sebanyak 4 titik yang belum sepenuhnya padam yakni api yang membakar Gunung Ranti, Gunung Ijen, hingga Gunung Merapi Ungup-Ungup di Kecamatan Licin, Kabupaten Banyuwangi, kebakaran di lereng Gunung Semeru di Desa Ranupani, Senduro yang masuk wilayah Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS).

Kebakaran di Gunung Arjuno (Foto: BPBD Kota Batu)

Berikutnya, ada lahan hutan di Gunung Argopuro yang berada di perbatasan Kabupaten Jember, Bondowoso, dan Situbondo, serta yang terakhir yakni kebakaran di Gunung Arjuno.

Bahkan untuk memadamkan api BPBD Jawa Timur melakukan waterboombing atau pemadaman api melalui jalur udara. Setidaknya ada dua lokasi yang di - waterboombing menggunakan helikopter BNPB yakni Gunung Arjuno dan Gunung Ijen.

Sementara itu lahan hutan di kawasan Gunung Arjuno dari pantauan di lapangan hingga Senin pagi masih mengeluarkan asap tebal.

Baca Juga : Esensi Sumpah Pemuda adalah Kesamaan Visi-Misi Rakyat Indonesia

Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Batu Achmad Choirur Rochim membenarkan api di Gunung Arjuno masih belum mampu dipadamkan sepenuhnya.

"Api memang belum sepenuhnya padam. Tapi hingga pagi ini sudah 90 persen sudah berhasil dipadamkan dengan cara membuat sekat," ungkap Rochim.

Guna mengantisipasi keselamatan pendaki sejumlah gunung di Jawa Timur menutup akses pendakian sampai batas waktu yang belum ditentukan.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini