"Kalau tidak disengaja itu bodoh banget! Tentunya ada faktor kesengajaan. Kalau saya ya diundang saja, dipanggil, kalau memang terbukti ya sudah selesaikan," ungkapnya.
Eks Gubernur DKI Jakarta itu mengaku tahu betul bagaimana penyusunan anggaran di DKI Jakarta. Pihaknya bahkan melihat ada sejumlah keanehan dalam anggaran sehingga membuat sistem e-budgeting agar mengetahui bagaimana anggaran itu dibuat.
Baca Juga : Anies: Gak Mungkin Beli Lem Aibon Rp82 Miliar!
Karena itu, menurutnya e-budgeting tersebut sangat penting dimiliki oleh Pemprov DKI Jakarta. Sehingga ada transparansu yang terbuka bukan hanya anggota dewan melainkan bisa terpantau masyarakat luas.
"Dengan keterbukaan seperti ini, maka sebetulnya pemprov akan lebih terbantu dan anggaran itu bisa tetap sasaran, sehingga tidak ada lagi keluar anggaran yang aneh-aneh, dan ini pernah terjadi pada zaman saya dan pak Ahok," tukasnya.
(Angkasa Yudhistira)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.