nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

NATO: Rusia Harus Menarik Pasukan dari Ukraina

Rachmat Fahzry, Jurnalis · Jum'at 01 November 2019 20:19 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 11 01 18 2124772 nato-rusia-harus-menarik-pasukan-dari-ukraina-zG8S5EGbxW.jpg Sekjen NATO Jens Stoltenberg. (Foto/Reuters)

ODESA - Sekretaris Jenderal Organisasi Perjanjian Atlantik Utara (NATO) Jens Stoltenberg mengatakan bahwa Rusia harus menarik semua pasukannya dari Ukraina Timur yang dilanda perang.

Ukraina Timur dilanda konflik bersenjata antara separatis yang didukung Rusia dan Ukraina yang telah berlangsung selama lebih dari lima tahun.

"NATO menyatakan dengan sangat jelas bahwa Rusia memiliki tanggung jawab khusus untuk menarik semua pasukan mereka, semua perwira mereka," kata Stoltenberg ketika mengunjungi Odesa, sebuah kota pelabuhan di Laut Hitam di Ukraina Selatan mengutip AP via Fox News, Jumat (1/11/2019).

"Kami menyambut semua upaya untuk mengurangi ketegangan, dengan menarik pasukan dan memastikan bahwa kami memiliki solusi damai untuk konflik," katanya menambahkan, "Tapi kita tahu ada jalan panjang yang harus dilalui karena masih ada pelanggaran gencatan senjata."

Foto/Reuters

Penyelesaian konflik wilayah itu menemui jalan buntu. Perang di Ukraina Timur merupakan sumber konflik yang luar biasa.

Pada 2015, kelompok-kelompok pro-Rusia melakukan protes di wilayah Donbass di Ukraina, khususnya di wilayah Donetsk dan Republik Rakyat Luhansk (DPR dan LPR). Protes dilakukan setelah revolusi Ukraina dan penggulingan pemerintah pada 2014. Protes meningkat menjadi konflik bersenjata antara pejuang yang didukung oleh Rusia dan tentara Ukraina.

Foto/Reuters

Lebih dari 13.000 orang dilaporkan tewas, termasuk ribuan warga sipil di wilayah tersebut. Lebih dari 1,4 juta warga Ukraina mengungsi dan hampir 1 juta telah meninggalkan negara itu karena konflik.

Pada Selasa, kedua belah pihak dilaporkan mundur dari wilayah DPR dan LPR, imbas pertemuan antara Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky.

Zelensky, yang terpilih pada bulan April, memprioritaskan mengakhiri konflik. Dia mengatakan daerah-daerah yang dikuasai pemberontak harus diintegrasikan kembali, dan perlu ada rekonsiliasi dan pemulihan.

"Pintu NATO tetap terbuka," kata Stoltenberg, kepada AFP, merujuk keinginan Ukraina untuk bergabung dengan NATO.

(fzy)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini