3 Orang Tewas Ditembak Pasukan Keamanan Irak di Kota Suci Kerbala

Rachmat Fahzry, Okezone · Senin 04 November 2019 20:03 WIB
https: img.okezone.com content 2019 11 04 18 2125681 3-orang-tewas-ditembak-pasukan-keamanan-irak-di-kota-suci-kerbala-BDjjUvO5jV.jpg Massa berkumpul di gedung konsulat Iran di Kerbala. (Foto/Reuters)

BAGHDAD - Tiga pengunjuk rasa tewas ditembak mati oleh pasukan keamanan Irak yang menembaki kerumunan yang mencoba menyerbu konsulat Iran di kota suci umat Muslim Syiah, Kerbala.

Para pedemo menyerbu konsulat Iran Insiden karena massa menganggap Iran mencampuri urusan dalam negeri Irak.

“Kami datang ke sini hari ini untuk memberontak dan mengadakan protes di depan konsulat Iran. Kami datang untuk menurunkan bendera Iran dan mengangkat bendera Irak sebagai gantinya,” kata seorang pemrotes di Kerbala yang menolak untuk diidentifikasi mengutip Reuters, Senin (4/11/2019).

Ratusan warga Irak tewas dalam demonstrasi sejak awal Oktober, memprotes pemerintah yang mereka pandang korup dan terikat pada kepentingan asing.

Baca juga: Pasukan Irak Lindas Demonstran di Karbala, Sedikitnya 18 Orang Tewas

Baca juga: "Bajaj" Irak Jadi Ambulans Darurat dalam Demonstrasi Berdarah di Baghdad

Pengawas hak asasi manusia resmi Irak mengkonfirmasi kematian 3 pedemo di Karbala. Komisi Tinggi Hak Asasi Manusia Irak (IHCHR) mengatakan tiga orang terbunuh karena luka tembak, dan belasan orang terluka, termasuk pasukan keamanan.

IHCHR mengatakan massa berusaha masuk ke konsulat. Sumber keamanan mengatakan mereka mencoba membakarnya. Irak berkomitmen untuk melindungi misi diplomatik, kata kementerian luar negeri.

"Kementerian luar negeri [Iran] mengutuk serangan oleh beberapa pengunjuk rasa di konsulat Republik Islam Iran di Kerbala yang suci. Keamanan misi dan konsulat adalah garis merah yang tidak dapat dilintasi. Tindakan seperti ini tidak akan mempengaruhi hubungan persahabatan dan hubungan tetangga yang mengikat kedua negara,” katanya.

Para pengunjuk rasa melihat Iran sebagai kekuatan utama di belakang partai-partai politik Syiah Irak yang telah memegang kekuasaan negara itu Irak sejak invasi pimpinan-AS yang menjatuhkan Saddam Husein.

“Orang-orang Iran dan pihak-pihak yang berafiliasi dengan Iran merugikan kami. Kami tidak akan pernah membiarkan orang Iran tinggal di Kerbala. Kami tidak akan membiarkan antek-antek tinggal di Kerbala,” kata seorang pedemo.

"Tidak ada orang Iran yang tinggal di Kerbala atau di seluruh Irak," lanjutnya.

Sementara di Baghdad, ibu kota Irak para protes semakin bertambah dalam seminggu. Ribuan pengunjuk rasa anti-pemerintah berkumpul di Baghdad menuntut perdana menteri untuk mundur

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini