Rian merasa anggota Tim Gubernur untuk Percepatan Pembangunan (TGUPP) yang jumlahnya mencapai 66 orang dan gajinya miliaran rupiah, seharusnya bisa membantu menyisir anggaran yang tak masuk akal dalam sebuah KUA-PPAS.
"Dugaan kami mungkin ini tidak dilakukan sehingga akhirnya polemik-polemik yang kita dengarkan beberapa hari ini, misalkan lem aibon salah satunya, adalah salah satu gejala bahwa ada proses yang tidak berjalan dengan baik. Dan ini berujung dengan mundurnya dua kepala dinas," katanya.
Sementara itu, Ketua Fraksi PSI DPRD DKI Jakarta, Ahmad Idris, mengaku fraksinya telah mengirim surat ke Bappeda DKI Jakarta agar mendapatkan publikasi KUA-PPAS 2020 secara resmi. Ini, kata Idris, adalah surat permohonan yang keempat kalinya.
"Dengan fungsi kami. Kami akan terus mendorong. Pasti akan terus kami minta untuk dipublikasikan," kata Idris.
(Edi Hidayat)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.