Granat Aktif Ditemukan Setelah 6 Tahun Tertimbun Pasir di Halaman Rumah Warga

Senin 04 November 2019 01:13 WIB
https: img.okezone.com content 2019 11 04 512 2125298 granat-aktif-ditemukan-setelah-6-tahun-tertimbun-pasir-di-halaman-rumah-warga-oa5xm2g2Hg.jpg Ilustrasi (Shutterstock)

GUNUNGKIDUL – Hendro Triyudono (44), warga Dusun Corot RT 15, Desa Karangduwet, Kecamatan Paliyan, Gunungkidul, menemukan granat yang diduga masih aktif saat sedang menyapu rumput di halaman rumahnya, Minggu (3/11/2019).

"Saya itu lagi nyapu, kan biasa libur-libur bersihkan rumah, masih sementara nyapu saya dapat granat," kata Hendro, melansir Solopos.

Hendro menuturkan, setelah mendapatkan ganat tersebut, dia lantas melaporkan temuannya kepada warga sekitar. Tak berselang lama warga mulai berkumpul ingin melihat temuan Hendro itu.

Hendro menceritakan sekilas granat tersebut berjenis granat nanas. Granat itu diduga telah lama berada di halaman rumahnya. Sebab senjata peledak itu telah berlumuran tanah yang cukup tebal di setiap permukaannya.

Hendro lantas melaporkan kepada pemerintah desa yang kemudian ditindaklanjuti ke polisi guna mengamankan barang berbahaya itu. "Saya laporin ke warga, terus disampaikan ke Bhabinkamtibmas, terus ke polisi dan Gegana," ujarnya.

Anggota Tim Gegana Polda DIY menggali granat temuan warga, Minggu (3/11/2019). (Harian Jogja/Muhammad Nadhir Attamimi)

Tim Gegana Polda DIY mendatangi lokasi penemuan untuk mengevakuasi granat temuan Hendro. Setelah polisi tiba di lokasi, lokasi telah dikelilingi garis polisi. Seorang anggota Gegana dengan menggunakan rompi, helm dan alat khusus melakukan penggalian.

Setelah beberapa menit melakukan penggalian, granat berhasil diangkat. Granat temuan itu kemudian dibawa ke Markas Gegana Polda DIY guna melakukan penyelidikan lebih lanjut.

Kapolsek Paliyan, AKP Edy Purnomo, menjelaskan menurut hasil keterangan Kepala Tim Gegana Polda DIY, granat jenis nanas itu masih aktif.

"Secara umum dia mengatakan dalamnya masih aktif, walaupun sudah termakan polusi alam. Intinya di dalamnya masih aktif," kata Edy kepada awak media.

Menurut Edy, penemu granat tersebut pernah membeli pasir dari daerah lain. Kemungkinan granat tersebut terbawa dari pasir itu.

"(dugaan asal granat-red) Pak Hendro pernah membeli pasir, kemungkinan asal-usulnya kebawa dari pasir itu. Setahu kami wilayah kami walaupun tempat latihan, tapi untuk istirahat belum pernah di halaman rumah warga, ada tempat-tempat tertentu untuk istirahatnya," kata dia.


Baca Juga : Tukang Kunci Temukan Granat Nanas di Sungai saat Makan

Hendro mengakui pernah membeli pasir sejak 2013 sehingga pasir itu sudah berada di halaman rumahnya beberapa tahun belakangan. Tak hanya pasir, ia pernah membeli batu untuk bangunan rumahnya dan disimpan di lokasi yang sama.


Baca Juga : Warga Batanghari Dihebohkan Temuan 3 Granat Sisa Peninggalan Perang Dunia II

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini