Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Polisi Olah TKP dan Periksa Saksi Robohnya Bangunan SDN di Pasuruan

Avirista Midaada , Jurnalis-Selasa, 05 November 2019 |14:33 WIB
Polisi Olah TKP dan Periksa Saksi Robohnya Bangunan SDN di Pasuruan
Bangunan SDN Gentong Pasuruan, Jawa Timur roboh (Foto: BPBD Pasuruan)
A
A
A

PASURUAN - Kepolisian bergerak cepat melakukan penyelidikan atas robohnya bangunan SD Negeri Gentong Kota Pasuruan, Jawa Timur. Polisi pun mengumpulkan barang bukti.

Kasatreskrim Polres Pasuruan Kota AKP Slamet Santoso mengatakan masih melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan melibatkan tim Forensik dari Polda Jawa Timur.

"Saat ini, kami mendalami TKP dan meminta bantuan mendatangkan tim Forensik dari Polda Jatim," ungkap Slamet saat dihubungi Okezone, Selasa (5/11/2019).

Baca Juga: SDN di Pasuruan Ambruk saat Belajar Mengajar Berlangsung, Siswa Menangis Histeris

Pihaknya tengah berkonsentrasi mengumpulkan sejumlah bukti mengenai runtuhan gedung termasuk dokumen mengenai rekonstruksi bangunan. "Kita masih memeriksa dan mengecek dokumen pembangunannya. Kita juga memeriksa lima orang saksi yang kita periksa terkait konstruksi bangunan gedung tersebut," ujarnya.

Berdasarkan pengakuan saksi sebagaimana yang diungkapkan Kasatreskrim Polres Pasuruan Kota AKP Slamet Santoso, empat ruangan kelas di SDN Gentong Kota Pasuruan roboh bersamaan saat siswa tengah melakukan proses belajar mengajar pada Selasa pagi.

"Robohnya langsung bersamaan di empat ruangan itu. Ada sejumlah sisa yang tertimpa, dua orang yakni guru dan siswa meninggal dunia akibat kejadian ini," katanya.

SDN Gentong roboh foto: BPBD Pasuruan

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, SDN Gentong yang berada di Jalan KH. Sepuh Kota Pasuruan pada Selasa pagi sekira pukul 08.30 WIB roboh dan menimpa sejumlah orang yang tengah dalam proses belajar mengajar.

Baca Juga: Ini Identitas Guru dan Siswa Korban Meninggal Tertimpa Runtuhan SDN di Pasuruan 

Akibat robohnya bangunan ini seorang siswa kelas 2 bernama Irza Almira (8) dan guru bernama Selvina Arsy Wijaya (19) meninggal dunia tertimpa reruntuhan bangunan. Selain dua orang korban jiwa, terdapat 11 orang siswa lainnya yang menderita luka - luka akibat peristiwa ini.

Kepolisian sendiri telah memasang garis polisi guna melakukan olah TKP pada Selasa siang.

(Arief Setyadi )

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement