nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kronologi Sodomi di Mojokerto yang Menyeret Pelajar SMP Jadi Tersangka

Avirista Midaada, Jurnalis · Rabu 06 November 2019 11:38 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 11 06 519 2126353 kronologi-sodomi-di-mojokerto-yang-menyeret-pelajar-smp-jadi-tersangka-fzfp7SRNmR.jpg Ilustras Kekerasan Seksual Anak (foto: Shutterstock)

MOJOKERTO - Polres Mojokerto akhirnya menetapkan bocah berusia 12 tahun yang menyodomi dua bocah sekolah dasar di Kecamatan Mojoanyar, Kabupaten Mojokerto.

Kapolres Mojokerto AKBP Setyo Koes Heriyatno mengatakan tersangka dan korbannya merupakan teman yang tinggal satu kampung yang sama.

Baca Juga: Sodomi Siswa SMP, Pemuda asal Riau Dijebloskan ke Penjara 

"Pelaku ini pelajar SMP, kalau korbannya ini pelajar SD, masih satu kampung, mereka berteman. Sementara ini korbannya masih dua orang, masih kami dalami informasinya itu (adanya korban lainnya)," ungkap Setyo saat dihubungi Okezone, Rabu pagi (6/11/2019).

Ilustrasi (foto: Shutterstock) 

Meski berstatus tersangka, polisi memastikan tak menahan pelaku lantaran masih berstatus di bawah umur sehingga mendapat perlakuan khusus.

"Kalau tersangka anak harus diperlakukan dan ditempatkan di tempat yang khusus. Proses penyidikannya pun juga cepat," lanjutnya.

Setyo menjelaskan korban selama ini hanya diajak main oleh pelaku yang tak lain adalah temannya. Namun korban tak tahu bila permainan yang dilakukan merupakan tindakan sodomi yang dilarang.

"Tidak ada bujuk rayu. Korban menganggap ini permainan, karena sering diajak bermain bersama di sawah dan kebun. Dan memang TKP ada dua, di sawah dan kebun wilayah Mojoanyar," imbuh AKBP Setyo Koes Heriyatno.

Ulah pelaku akhirnya terbongkar, setelah salah seorang korban yang berusia enam tahun mengeluhkan sakit di bagian duburnya beberapa hari lalu. Ia mengaku disodomi dua kali oleh pelaku di sawah dan kebun jagung pada Minggu 20 Oktober 2019. Tak terima, ibu kandung korban melaporkan kasus ini ke polisi.

Baca Juga: WN Australia Diringkus Polisi Akibat Sodomi Anak di Bawah Umur 

Polisi sendiri bersama Balai Pemasyarakatan (Bapas) dan Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kabupaten Mojokerto juga telah melakukan rehabilitasi terhadap korban dan pelaku.

Namun meski akan direhabilitasi tersangka tetap dikenakan pasal 81 UU Nomor 35 tahun 2014 mengenai perlindungan anak dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara.

(fid)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini