JAKARTA - Pusat Kajian Anti Korupsi Universitas Gadjah Mada (Pukat UGM) menyoroti lambannya pengungkapan kasus teror penyiraman air keras yang menimpa penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Novel Baswedan. Karena lambannya pengungkapan kasus itu, ada pihak-pihak yang justru membuat isu hoaks dengan menyudutkan Novel Baswedan.
Demikian diungkapkan Peneliti Pukat UGM, Zaenur Rohman menanggapi laporan Politikus PDI-Perjuangan, Dewi Ambarwati alias Dewi Tanjung terhadap Novel Baswedan. Dalam laporannya, Dewi menuding Novel melakukan rekayasa terkait kasus teror penyiraman air keras.
Baca Juga: Nasibmu Novel Baswedan: Disiram Air Keras, Dituding Taliban hingga Dilapor ke Polisi
Novel dituduh melakukan rekayasa atau pembohongan publik terkait penanganan matanya pasca-disiram air keras oleh orang tak dikenal. Tak hanya itu, Dewi juga menduga ada yang janggal dari penanganan hingga peristiwa teror air keras yang menimpa Novel Baswedan.