500 Bebek Mati, Peternak Salahkan Aktivis Hak-Hak Binatang

Rachmat Fahzry, Okezone · Rabu 13 November 2019 19:06 WIB
https: img.okezone.com content 2019 11 13 18 2129489 500-bebek-mati-peternak-salahkan-aktivis-hak-hak-binatang-Lgl6T8sLiJ.jpg Sejumlah aktivis Animal Resistance menempelkan diri di kandang bebek. (Foto: Animal Resistance/BBC)

BEKEGEM - Seorang petani Belgia mengatakan aktivis hak-hak binatang yang melakukan protes di peternakannya telah menyebabkan kematian 500 bebek.

Filip Callemeyn melansir BBC, Rabu (13/11/2019) mengatakan bahwa 183 bebek mati karena stres akibat protes dan 300 bebek lainnya harus dipotong.

Para aktivis bersikeras mereka tidak bisa disalahkan atas kematian ratusan unggas tersebut.

Sebanyak 40 pemrotes menuntut penutupan peternakan, karena peternakan menyalurkan bebek yang nantinya akan dibuat foie gras (hidangan hati bebek) di Bekegem di Flanders Barat.

Peternakan dijadwalkan akan ditutup pada 2023.

Baca juga: Restoran Ini Sajikan Air Minum Daur Ulang dari Toilet

Foto/Wikipedia Commons

Produksi foie gras melibatkan unggas yang dikurung secara paksa untuk menyimpan banyak lemak dalam hati tersebut. Hal itu dilakukan demi rasa yang lebih baik. Kelompok-kelompok hak hewan mengatakan praktik itu tidak manusiawi.

Produksi foie gras sudah dilarang di beberapa negara Eropa dan pihak berwenang di Flanders telah menyatakan larangan memberi makan hewan secara paksa pada akhir 2023.

Apa yang dilakukan para aktivis

Para aktivis, dari kelompok Animal Resistance (Perlawanan Hewan), memasuki peternakan pada Sabtu 9 November 2019 dan menempelkan diri ke kandang sebelum polisi tiba. Dalam sebuah pernyataan yang difilmkan di samping kandang bebek, mereka mengatakan bebek-bebek itu berjuang untuk bernapas dan hidup di bawah tekanan dan saling menyakiti.

Seluruh tindakan berlangsung lebih dari enam jam karena polisi harus membawa tim untuk mengeluarkan para aktivis.

Callemeyn mengatakan seluruh peternakan terkejut dengan kedatangan para aktivis. Kematian 500 bebek di satu gudang akan menghancurkan peternakannya dalam jangka pendek, katanya, tetapi ia memiliki 10.000 bebek di tempat lain.

"Ini sangat menantang. Bagi kami sebagai orang-orang itu traumatis dan, OK, kami telah mengambil kerugian. Tapi penggerebekan ini tidak diperlukan," kata Callemeyn.

Kelompok Hak Animal Resistance mengatakan pihaknya menolak semua tanggung jawab atas kematian.

"Hewan-hewan itu sudah sakit dan dipelihara dalam kondisi yang mengerikan. Kami bertindak dengan damai dan disertai oleh dokter hewan," kata kelompok itu dalam sebuah pernyataan.

Pertanian di Bekegem akan ditutup pada tahun 2023, tetapi para pemrotes mengatakan tanggal penutupan itu tidak cukup.

"Ada lebih 500.000 bebek lagi yang akan diperlakukan seperti ini, dan kami ingin peternakan ini ditutup sesegera mungkin," kata juru bicara Glenn Lemmens.

Foie gras masih populer di Prancis. Asosiasi utama foie gras Perancis, Cifog mengatakan Prancis memproduksi 20.000 ton per tahun dan mengekspor seperempatnya.

Para petani mengatakan mereka dapat menghasilkan foie gras tanpa menimbulkan stres dan berpendapat bahwa pemberian makan secara paksa hanya berlangsung singkat sebelum hewan mencapai kematangan, tetapi kelompok-kelompok hak asasi hewan terkemuka mengatakan praktik itu melanggar hak-hak hewan.

Produk ini dilarang di negara bagian California, AS pada 2012. 

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini