nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Israel dan Jihad Islam Sepakati Gencatan Senjata, 34 Warga Palestina Tewas

Rahman Asmardika, Jurnalis · Kamis 14 November 2019 18:15 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 11 14 18 2129917 israel-dan-jihad-islam-sepakati-gencatan-senjata-34-warga-palestina-tewas-foalJAabK6.jpg Foto: Reuters.

GAZA - Kelompok militan Jihad Islam Palestina dan Israel menghentikan pertikaian di sepanjang perbatasan Jalur Gaza pada Kamis menyusul upaya yang dimediasi oleh Mesir dan PBB untuk mengakhiri gelombang pertempuran terburuk dalam di wilayah itu beberapa bulan terakhir.

Jihad Islam mengatakan gencatan senjata mulai berlaku pada 03.30 GMT, sekira 48 jam setelah serangan udara Israel menewaskan seorang komandan salah satu faksi terbesar di Gaza yang didukung Iran itu dan memicu baku tembak. Israel menganggap Komandan Jihad Islam, Baha Abu Al-Atta sebagai ancaman serius.

BACA JUGA: Serangan Israel Menewaskan Komandan Milisi Islam di Gaza

Pejabat medis Gaza menyebutkan total 34 warga Palestina tewas akibat serangan Israel, hampir setengah dari mereka adalah warga sipil, termasuk delapan anak-anak dan tiga wanita. Di sisi lain perbatasan Gaza, ratusan roket yang diluncurkan oleh militan Jihad Islaem melumpuhkan sebagian besar wilayah selatan Israel, melukai puluhan orang.

Pejabat medis mengatakan bahwa dalam insiden paling mematikan dari pertikaian selama dua hari itu, delapan anggota keluarga Gaza terbunuh oleh serangan rudal Israel tak lama sebelum gencatan senjata berlangsung.

Semua korban dikatakan sebagai warga sipil. Namun Juru Bicara Militer Israel, Mayor Avichay Adraee mengatakan kepala keluarga itu, Rasmi Abu Malhous, yang termasuk di antara yang tewas, adalah komandan kru roket Jihad Islam di Jalur Gaza.

Hamas, faksi yang dominan Gaza, tampaknya tidak ikut campur dalam pertempuran kali ini, dan tidak terlibatnya Hamas mungkin membantu membendung eskalasi yang terjadi.

Seorang pejabat Mesir yang dihubungi oleh Reuters mengonfirmasi bahwa gencatan senjata telah dicapai. Militer Israel melonggarkan peraturan darurat yang diberlakukan di daerah-daerah dalam jangkauan roket Gaza.

Jihad Islam mengatakan Israel telah menerima tuntutan mereka untuk menghentikan pembunuhan yang ditargetkan terhadap gerilyawan dan tembakan mematikan yang terkadang ditembakkan tentara terhadap demonstrasi mingguan Palestina di perbatasan Gaza.

"Gencatan senjata dimulai di bawah sponsor Mesir setelah Pendudukan (Israel) tunduk pada ketentuan yang ditetapkan oleh Jihad Islam atas nama faksi-faksi perlawanan Palestina," kata juru bicara Jihad Islam Musab Al-Braim sebagaimana dilansir Reuters, Kamis (14/11/2019).

BACA JUGA: Komandannya Tewas Dibunuh, Militan Palestina Hujani Israel dengan Roket

Tetapi Israel mengatakan akan mengamati quid-pro-quo yang lebih terbatas. "Diam akan dijawab dengan diam," kata Menteri Luar Negeri Israel Katz kepada Radio Tentara Israel.

Mediator PBB, Nickolay Mladenov mengatakan situasi Gaza tetap rapuh. Dalam tweetnya, Nickolay mengatakan bahwa: "Semua pihak harus menunjukkan pengekangan maksimum dan melakukan bagian mereka untuk mencegah pertumpahan darah. Timur Tengah tidak membutuhkan lebih banyak perang.”

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini