Mahasiswa Australia di Hong Kong Diminta Pulang Imbas Demonstrasi Masuk Kampus

ABC News, · Jum'at 15 November 2019 21:36 WIB
https: img.okezone.com content 2019 11 15 18 2130516 mahasiswa-australia-di-hong-kong-diminta-pulang-imbas-demonstrasi-masuk-kampus-yZkzvs5Gbe.jpg Sejumlah mahasiswa membuat barikade di Chinese University of Hong Kong. (Foto/Reuters)

Protes di Hong Kong masuk bulan lalu dan belum menunjukkan tanda berakhir, karena mendukung pro-demokrasi terus meminta kepala eksekutif Hong Kong, Carrie Lam, mundur dari pemerintah lokal dan peninjauan kembali terhadap polisi harus dilakukan.

Aksi mahasiswa disebut terorisme

Ribuan mahasiswa tetap bersembunyi di beberapa universitas, diundang oleh makanan, batu bata, bom bensin, ketapel dan senjata rakitan lainnya.

Polisi mengatakan Universitas Cina yang bergengsi telah "menjadi basis manufaktur untuk bom bensin" dan tindakan para mahasiswa "selangkah lebih dekat dengan terorisme".

Foto/AFP

Sekitar 4.000 orang, berumur antara 12 dan 83 tahun, telah berhasil sejak kerusuhan meningkat pada bulan Juni.

Kerusuhan bermula sebagai reaksi terhadap upaya pemerintah kota yang didukung Beijing ini untuk segera mengesahkan RUU (rancangan undang-undang) yang akan memfasilitasi ekstradisi para ekspedisi ke kriminil ke daratan China. 

Para pengunjuk rasa marah tentang apa yang mereka lihat sebagai polisi kebrutalan dan campur tangan Beijing terhadap kebebasan yang diterima di bawah perjanjian "satu negara, dua sistem" kompilasi wilayah yang dikembalikan ke Cina dari pemerintahan Inggris pada tahun 1997.

China membantah ikut campur dan telah membantah negara-negara Barat, termasuk Inggris dan Amerika Serikat, karena menimbulkan masalah ini.

Namun pemulihan baru-baru ini beralih ke siapa pun yang terlihat berafiliasi dengan China.

Pada hari Jumat Jumat (15/11/2019), Menteri Kehakiman Hong Kong Teresa Cheng, yang berada di London untuk membahas kota pulau yang dikuasai Cina yang menjadi pusat persetujuan perselisihan dan persetujuan, menjadi sasaran dengan arahan pengunjuk rasa yang meneriakkan kata "ganti" dan "memalukan".

Pemerintah Hong Kong mengatakan, Cheng menderita "luka tubuh yang serius", tetapi tak memberikan rincian.

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini