
Ia juga menganggap Dinas Kehutanan, Pertamanan, dan Pemakaman DKI sembrono karena telah melakukan penebangan pohon tanpa membuat kajian yang matang. Terlebih, pohon yang ditebang berfungsi untuk menyerap polutan dan sebagai paru-paru kota.
"Kalau alasannya keropos dan takut tumbang dasarnya apa? Harus disertai dengan kajian yang tepat," ucapnya.
Sebelumnya, Kepala Dinas Dinas Kehutanan, Pertamanan, dan Pemakaman DKI Jakarta, Suzi Marsita, menganggap penebangan itu bagian dari program kerjanya meremajakan pohon di pinggir jalan. Pohon yang ditebang adalah yang dianggap sudah keropos dan mudah tumbang.
"Karena pohon-pohon itu sudah cukup tua. Nah, pohon tua itu khawatir banyak batang yang sudah keropos, dikhawatirkan tumbang," ujar Suzi saat dihubungi, beberapa waktu lalu.