32 Tahun Jadi 'Kuncen' Bendung Katulampa
Sejak tahun 1987, Andi mengaku sudah mengabdikan dirinya untuk mengontrol dan memantau debit air yang mengalir Sungai Ciliwung di Bendung Katulampa Tak heran, ia sudah banyak makan asam garam selama menjadi 'kuncen' puluhan tahun.
Pria berusia 52 tahun itu pun kerap menjadi selebriti di berbagai media untuk menginformasikan ketinggian air Sungai Ciliwung sebagai peringatan dini bencana banjir di Ibu Kota Jakarta saat musim hujan.
"Saya sudah 32 tahun bertugas di sini. Dulu saya masih honorer belum seperti sekarang," beber Andi.
Profesinya sekarang menjadi petugas bendungan sama sekali tidak pernah terpikirkan karena usai lulus SMA, ia bercita-cita ingin menjadi anggota TNI.
"Waktu pas lulus sekolah, saya itu ingin sekali menjadi menjadi marinir. Tapi nasib berkata lain, saya tidak lolos tes masuk TNI pada saat itu," tuturnya.
Barawal dari tawaran temannya yang bekerja di Dinas Pekerjaan Umum Pengairan Kota Bogor, Andi mencoba melamar ke tempat tersebut. Akhirnya diterima bekerja sebagai petugas jaga Bendung Katulampa terhitung sejak 1 Oktober 1987 silam.
"Waktu itu saya enggak punya pekerjaan, terus ada temen saya nawarin kerja di Dinas Pekerjaan Umum ya sudah saya coba aja. Akhirnya diterima kerja jadi petugas Bendung Katulampa," terangnya.
Andi bercerita, menjadi petugas Bendung Katulampa merupakan pekerjaan yang gampang-gampang susah. Jika pada musim kemarau ia dapat bernafas lega karena pekerjaanya tidak terlalu berat.
Namun jika sudah memasuki musim penghujan, dirinya harus terus memonitor setiap detik selama 24 jam ketinggian air yang mengalir ke Sungai Ciliwung.
"Kalau masuk musim hujan, setiap detiknya ketinggian air harus dipantau karena merupakan tolak ukur warga Jakarta dalam mengantisipasi air kiriman yang kerap menimbulkan banjir," tutur Andi.