nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Dukung Zionis, AS Nyatakan Pembangunan Pemukiman Yahudi di Tanah Palestina Tidak Ilegal

Rahman Asmardika, Jurnalis · Selasa 19 November 2019 09:05 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 11 19 18 2131579 bela-zionis-as-nyatakan-pembangunan-pemukiman-yahudi-di-tanah-palestina-tidak-ilegal-b4wgqrnUVl.jpg Pemukiman Yahudi Israel di Tepi Barat. (Foto: Reuters)

WASHINGTON – Amerika Serikat (AS) telah mengubah posisinya terkait pembangunan pemukiman Yahudi di Tepi Barat yang diduduki oleh Israel, menyatakan bahwa pembangunan pemukiman Yahudi tersebut bukanlah sesuatu yang bertentangan dengan hukum internasional.

Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo mengatakan status Tepi Barat adalah sesuatu yang harus dinegosiasikan oleh warga Israel dan Palestina.

BACA JUGA: Israel kembali Bangun Pemukiman Warga Yahudi di Tepi Barat

Israel menyambut baik langkah tersebut, sebuah perubahan 180 derajat dari sikap AS di bawah pendahulu presiden sebelumnya, Barack Obama.

Permukiman adalah komunitas yang didirikan oleh Israel di tanah yang diduduki dalam perang Timur Tengah 1967. Pemukiman-pemukiman itu telah lama menjadi sumber perselisihan antara Israel dan komunitas internasional, dan Palestina.

"Setelah mempelajari dengan seksama semua sisi dari debat hukum," kata Pompeo kepada wartawan sebagaimana dilansir BBC, "Amerika Serikat telah menyimpulkan bahwa "pembangunan permukiman sipil Israel di Tepi Barat pada dasarnya tidak inkonsisten dengan hukum internasional ".

Israel telah membangun lebih dari 100 pemukiman Yahudi di Tepi Barat, termasuk Yerusalem Timur. (AFP)

"Menyebut pembangunan permukiman sipil yang tidak konsisten dengan hukum internasional tidak membuahkan hasil. Itu tidak memajukan tujuan perdamaian," tambahnya.

Kepala negosiator Palestina Saeb Erekat mengatakan keputusan AS itu berisiko terhadap "stabilitas, keamanan, dan perdamaian global" dan mengatakan sikap itu mengancam mengganti hukum internasional dengan "hukum rimba".

Sedangkan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu mengatakan pergeseran kebijakan itu "memperbaiki kesalahan sejarah", dan meminta negara lain untuk melakukan hal yang sama.

Masalah permukiman Yahudi adalah salah satu yang paling diperdebatkan antara Israel dan Palestina.

BACA JUGA: PM Israel Janji Akan Caplok Wilayah Tepi Barat

Sekira 600.000 orang Yahudi tinggal di sekitar 140 pemukiman yang dibangun sejak pendudukan Israel di Tepi Barat dan Yerusalem Timur. Permukiman secara luas dianggap ilegal berdasarkan hukum internasional, meskipun Israel selalu membantah ini.

Palestina telah lama menyerukan penghapusan semua pemukiman, dengan alasan bahwa kehadiran mereka di tanah yang mereka klaim sebagai negara Palestina merdeka di masa depan membuat hampir tidak mungkin menjadikan negara Palestina yang merdeka menjadi kenyataan.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini