JAKARTA - Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki mengapresiasi langkah Induk Koperasi Pedagang Pasar (Inkoppas) bekerjasama dengan PT Mitra BUMDes Nusantara (MBN) dalam hal penyediaan sumber bahan pokok yang kompetitif seperti telur ayam, beras, minyak goreng, gula, dan lainnya.
"Saya berharap kerjasama tersebut dalam mengurus masalah pangan, bisa membuat rantai perdagangan menjadi lebih pendek", kata Teten pada acara penandatanganan kerjasama perdagangan komoditi antara Inkoppas dengan MBN di Jakarta.
Dengan begitu, lanjut Teten, harga pangan di masyarakat pun tidak tinggi, alias terkendali. "Karena, kalau harga pangan tinggi di tingkat konsumen, dampaknya sangat besar terhadap perekonomian secara nasional. Jadi, bagi saya kerjasama ini sangat penting. Dimana produk pangan dari desa bisa langsung terhubung dengan pasar," tegas Teten.
Teten menambahkan, pihaknya juga tengah fokus dalam pengembangan koperasi yang bergerak di sektor riil. "Tujuannya, bila produk KUKM berdaya saing, akan bisa mengurangi barang impor pangan di pasar nasional. Pasalnya, saat ini, pasar dalam negeri sudah dibanjiri produk asing. Tak hanya itu, selain agar bisa bersaing dengan produk impor, produk KUKM juga bisa masuk ke pasar global," jelas Teten.
Teten mencatat, sekitar 62 juta UMKM di Indonesia baru berkontribusi terhadap ekspor sebesar 14% saja. Bandingkan dengan Thailand yang UMKM-nya sebanyak 3,5 juta unit dengan kontribusi ekspor sebesar 28%. "Dalam membangun UMKM, kita semua harus searah, yaitu membuat UMKM naik kelas. Kita harus memperbaiki kualitas produk ekspor dan masuk ke marketplace," tukas Teten.
Teten juga meminta Inkoppas agar memodernisasi diri dan harus paham selera konsumen. "Produsen harus tahu selera dan kebutuhan pasar. Untuk itu, kita harus memperkuat market intelejen. Kita harus bikin produk yang laku di pasar, agar bisa masuk ke global value chain. Lihat saja, 70% ekspor China merupakan produk UMKM," ucap Teten.
Teten mentargetkan bahwa UMKM harus menjadi arus utama perekonomian nasional. "Koperasi juga harus kuat. Itu semua yang akan kita bangun ke depan," imbuh Teten.