nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Rusa Ditemukan Mati dengan 7 Kilogram Sampah Plastik di Perutnya

Rahman Asmardika, Jurnalis · Rabu 27 November 2019 13:41 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 11 27 18 2135010 rusa-mati-di-thailand-ditemukan-miliki-7-kg-sampah-plastik-di-perutnya-aDe0MerxKk.jpg Foto: The Protected Area Regional Office 13 (Phrae)

BANGKOK - Seekor rusa liar yang mati di taman nasional di Thailand utara ditemukan memiliki 7 kg sampah di dalam perutnya. Hal itu diungkapkan pejabat di Taman Nasional Khun Sathan pada Rabu.

Seorang petugas yang sedang berpatroli menemukan rusa jantan berusia 10 tahun di Taman Nasional Khun Sathan di distrik utara Na Noi pada 25 November.

Pakaian dalam pria, tas plastik, sachet kopi instan dan bagian-bagian dari tali plastik adalah beberapa barang yang ditemukan di dalam perut rusa jantan itu. Di perutnya juga ditemukan sarung tangan karet, mie instan, dan handuk kecil.

BACA JUGA: Telan 80 Kantong Plastik, Seekor Paus Mati di Perairan Thailand

Pejabat Taman Nasional Khun Sathan mengatakan bahwa rusa itu telah memakan plastik sejak lama sebelum mati.

"Kami percaya (rusa) telah memakan plastik-plastik itu untuk waktu yang lama sebelum mati," kata Direktur Departemen Taman Nasional, Satwa Liar dan Konservasi Tumbuhan Thailand, Kriangsak Thanompun, kepada BBC News Thai.

"Pejabat (yakin) bahwa plastik telah memblokir saluran pencernaannya, (tetapi) penyelidikan lebih lanjut (akan) diluncurkan."

Di media sosial, banyak yang mengkritik pengunjung taman yang membuang sampah sembarangan.

"Ketika Anda pergi ke taman nasional, ambil kembali sampah Anda. Tanggung jawab," kata salah satu pengguna Facebook. Sedangkan yang lain mengatakan akan sulit untuk membuat orang mengambil sampah mereka sendiri.

"Ini adalah sesuatu yang harus diajarkan dan diimplementasikan sejak usia muda. Pada saat mereka dewasa, sulit (untuk berubah)," kata yang lain.

BACA JUGA: Viral Sampah Indonesia Kotori Pantai Thailand, Sudah Menyebabkan Kematian!

Menurut Kriangsak, pihak berwenang akan memberlakukan "rencana tiga fase" yang bertujuan untuk membuat masyarakat setempat mengumpulkan plastik dan sampah lainnya di kawasan taman nasional.

Rencana tersebut juga akan melihat pembentukan sebuah komite untuk menangani pengelolaan limbah dan pada akhirnya, bertujuan untuk mendidik masyarakat tentang pencegahan sampah.

Plastik telah menjadi bahaya yang mengancam kehidupan hewan-hewan, baik di Thailand mau pun di berbagai tempat lain di dunia. Awal tahun ini, seekor bayi dugong di Thailand juga ditemukan mati setelah makan plastik.

Mariam si dugong yang merebut hati banyak orang di Thailand setelah foto-foto penyelamatannya menjadi viral, mati beberapa bulan setelah diselamatkan. Hasil otopsi menunjukkan bahwa plastik yang dia makan telah menyebabkan gangguan pada perutnya.

Thailand adalah salah satu negara pengguna kantong plastik terbesar. Kelompok lingkungan hidup Greenpeace mengatakan bahwa sekitar 75 miliar potong plastik dibuang setiap tahunnya di Thailand.

Pada September, menteri lingkungan Thailand mengatakan bahwa pengecer besar di Thailand akan berhenti menyediakan kantong plastik sekali pakai mulai Januari 2020 mendatang. (dka)

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini