nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pekerja Asal Makassar Diserang Buaya di Miri Malaysia, Tubuhnya Ditemukan Terpisah

Ade Putra, Jurnalis · Kamis 28 November 2019 22:33 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 11 28 340 2135675 pekerja-asal-makassar-diserang-buaya-di-miri-malaysia-tubuhnya-ditemukan-terpisah-nzlDGpxseR.jpg Ilustrasi

SARAWAK - Asbullah Daeng Situju, seorang Pekerja Migran Indonesia (PMI) ditemukan meninggal dunia dengan kondisi mengenaskan di sela-sela parit ladang sawit di Jalan Pantai Pesisir Miri-Bintulu, Sarawak, Malaysia, Rabu (27/11/2019).

Tubuh pria 37 tahun itu ditemukan dalam kondisi tak utuh setelah diserang buaya. Bagian-bagian tubuh korban terpisah dan ditemukan dalam jarak yang berjauhan. Sementara buaya yang memakan korban sudah dibunuh para pekerja sawit sekitar tempat kejadian.

Pelaksana Fungsi Konsuler I (Perlindungan WNI) Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Kuching, Lucky Nugraha membenarkan adanya kejadian ini.

"Keterangan yang kami peroleh, bahwa pada 26 November korban sedang mencari kangkung bersama dua temannya. Kemudian diserang dan ditarik buaya ke dalam parit," cerita Lucky kepada Okezone, Kamis (28/11/2019) petang.

Saat itu juga, kedua teman korban melakukan pencarian. Namun tidak membuahkan hasil. "Akhirnya pada 27 November pagi setelah dilakukan pencarian oleh rekan korban dan warga setempat, ditemukan potongan tangan, kaki, punggung korban," jelas Lucky.

Ilustrasi

Ia menerangkan, korban merupakan warga asal Makassar, Sulawesi Selatan. Di Sarawak, korban bekerja secara legal di ladang perusahaan Tradewinds Plantation, Tanjung Payung, Batu Niah, Miri, Sawarak. "Korban dan istrinya merupakan PMI legal. Mereka punya permit," jelas Lucky.

Terkait musibah ini, lanjut Lucky, pihak KJRI sudah menghubungi istri korban dan menunggu keputusan keluarga mengenai langkah selanjutnya. "Apakah korban akan dimakamkan di Miri atau dipulangkan ke Indonesia, kita tunggu keputusan keluarga," tutur Lucky.

Pada dasarnya, KJRI membantu proses pemulangan jenazah setiap WNI yang meninggal di Sarawak. Begitu juga membantu jika pihak keluarga berkehendak proses pemakaman dilakukan di Sarawak.

Dengan adanya korban serangan buaya ini, menambah jumlah warga negara Indonesia (WNI) yang meninggal dunia di Sarawak menjadi 217 jiwa. Sebelumnya, Lucky mengatakan, dari Januari hingga Oktober 2019 ini ada 216 WNI yang meninggal di Sarawak.

Sementara pada tahun sebelumnya, jumlah WNI yang meninggal di Sarawak mencapai 269 jiwa. "Tahun ini WNI yang meninggal di Sarawak, dominan karena sakit," terangnya.

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini