Terkait musibah ini, lanjut Lucky, pihak KJRI sudah menghubungi istri korban dan menunggu keputusan keluarga mengenai langkah selanjutnya. "Apakah korban akan dimakamkan di Miri atau dipulangkan ke Indonesia, kita tunggu keputusan keluarga," tutur Lucky.
Pada dasarnya, KJRI membantu proses pemulangan jenazah setiap WNI yang meninggal di Sarawak. Begitu juga membantu jika pihak keluarga berkehendak proses pemakaman dilakukan di Sarawak.
Dengan adanya korban serangan buaya ini, menambah jumlah warga negara Indonesia (WNI) yang meninggal dunia di Sarawak menjadi 217 jiwa. Sebelumnya, Lucky mengatakan, dari Januari hingga Oktober 2019 ini ada 216 WNI yang meninggal di Sarawak.
Sementara pada tahun sebelumnya, jumlah WNI yang meninggal di Sarawak mencapai 269 jiwa. "Tahun ini WNI yang meninggal di Sarawak, dominan karena sakit," terangnya.
(Khafid Mardiyansyah)