Share

Mafia Solar Bersubsidi Marak di Manado, Diduga Melibatkan Oknum Polisi

Subhan Sabu, Okezone · Kamis 28 November 2019 23:02 WIB
https: img.okezone.com content 2019 11 28 340 2135688 mafia-solar-bersubsidi-marak-di-manado-diduga-melibatkan-oknum-polisi-XUAwOYsJlC.jpg Mobil yang diduga digunakan untuk menimbun BBM (Foto: Subhan/Okezone)

MANADO - Mafia solar bersubsidi diduga marak terjadi di Kota Manado. Beberapa masyarakat melaporkan dugaan adanya penimbunan dan pembelian solar bersubsidi dengan menggunakan wadah tangki kendaraan bermotor jenis truk di sejumlah titik SPBU di Kota Manado yang disinyalir menjual pasokan solar secara ilegal.

Pembelian dan penimbunan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis solar yang melanggar hukum itu sering dikeluhkan masyarakat karena kesulitan membeli BBM tersebut yang cepat habis. Diduga penimbunan itu turut melibatkan oknum anggota polisi yang membeli solar bersubsidi tersebut dan menjual kembali ke penampung ilegal di Kota Bitung.

Dari informasi yang beredar, masyarakat beberapa kali mendapati ada beberapa kendaraan mulai dari mobil pickup hingga truk, berjejeran mengantri di beberapa SPBU di Kota Manado, untuk mengambil solar bersubsidi di malam hari ketika SPBU sudah tidak beroperasi alias tutup. Diduga hasil pembelian tersebut dijual kembali, sementara masyarakat kesulitan mendapat bagian solar bersubsidi di SPBU.

Ilustrasi

Dari pantauan Okezone, di salah satu SPBU terlihat ada beberapa truk yang dicurigai sudah dimodifikasi dengan memasang tangki besar pada bak truk, ada juga mobil pick up dengan memuat puluhan galon, mengantri untuk membeli solar bersubsidi.

Unit Manager Communication & CSR PT Pertamina (Persero) Marketing Operation Region (MOR) VII Hatim Ilwan saat dikonfirmasi mengatakan akan menyelidiki terlebih dahulu untuk memastikan apakah hal tersebut semata-mata kenakalan operator atau ada kerjasama dengan pihak SPBU.

"Kita akan cek, kalau memang sampai betul-betul itu mereka ada kerjasama dalam artian pihak SPBUnya kami pasti akan tetap memberikan sanksi, ujar Hatim via telepon seluler, Kamis (28/11/2019).

Sanksi yang diberlakukan selama ini menurut Hatim yakni tidak diberikan lagi BBM subsidi untuk dijual kembali di SPBU tersebut dan bisa sampai ke sanksi penutupan.

"Kalau yang bermain itu dari pihak operator atau pengawasnya, ya sanksinya dipecatlah sama pihak SPBU, jadi kalau misalnya yang main-main adalah si operatornya atau oknum, maka yang dilakukan SPBU adalah memecat," kata Hatim.

Menurut Hatim kalau kerjasama sudah dalam konteks diketahui oleh pihak SPBU dan resmi, pihak SPBU akan diberikan sanksi. "Hanya saja kalau sudah masuk ranah kepolisian, tentu wilayahnya beliau-beliau di kepolisian. Yang pasti kalau ranah yang sudah sifatnya pidana, itu memang bukan wilayah kami, itu biar dari bapak-bapak kepolisian," pungkas Hatim.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Sulut Kombes Pol Jullest A Abast, SIK saat dikonfirmasi mengatakan dalam waktu dekat akan turun langsung bersama Propam dan Ditreskrimsus Polda Sulut dan bakal menindaki semua oknum yang terlibat termasuk oknum polisi yang ditengarai ikut terlibat.

"Turun bersama Propam karena diduga ada keterlibatan oknum polisi dan kalau memang terbukti akan disidang kode etik," pungkas Kabid Humas Polda Sulut Kombes Pol Jullest A Abast, SIK

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini