5 Fakta Kasus Dokter yang Diduga Cabuli Siswi SMA

Syaiful Islam, Okezone · Kamis 28 November 2019 06:03 WIB
https: img.okezone.com content 2019 11 28 519 2135324 5-fakta-kasus-dokter-yang-diduga-cabuli-siswi-sma-FxKM9J2Lnp.jpg ilustrasi

SURABAYA - Kasus dugaan pencabulan yang disinyalir dilakukan seorang dokter berinisial AND di Kabupaten Mojokerto, Jatim membuat gempar masyarakat akhir-akhir ini. Apalagi korbannya yang berinisial PL masih dibawah umur. Penyidik telah menaikkan ke penyidikan dalam penanganan kasus tersebut. Berikut beberapa fakta yang berhasil dirangkum okezone dalam kasus yang menjadi perhatian publik ini.

1. Terlapor Merupakan Dokter Spesial Kandungan

Korban bersama ibunya melaporkan dr AND ke polres Mojokerto pada hari Senin 18 November 2019. Pasalnya dokter spesialis kandungan tersebut diduga telah mencabuli PL di tempat praktiknya yang berada di Kecamatan Mojosari, Mojokerto, pada 26 Agustus 2019. Orang tua korban tidak terima anaknya yang diduga dilakukan tidak senonoh oleh dr AND. Terlapor sendiri juga merupankan ASN di lingkungan pemkab Majokerto.

Ilustrasi

2. Korban Masih Duduk di Bangku SMA

Korban masih tercatat sebagai dalah satu siswi SMA yang ada di Mojokerto. Selain itu, korban juga menjadi asisten rumah tangga (ART) di rumah AR. Korban datang ke tempat praktik dr AND dengan diantar oleh AR.

3. Polisi Periksa 8 Saksi

Untuk mendalami laporan dugaan pencabulan yang dilakukan seorang dokter ini, penyidik PPA Satreskrim Polres Mojokerto telah memeriksa 8 saksi. Mereka yang telah dimintai keterangannya yakni ibu korban dan korban sendiri. Sedangkan saksi dari pihak terlapor yang diperiksa oleh polisi ada 6 saksi.

"Sebanyak 8 saksi yang sudah kami mintai keterangan. Dua saksi dari pelapor yakni korban dan ibunya. Sedangkan 6 saksi lainnya dari pihak terlapor," terang Kasatreskrim polres Mojokerto, AKP Dewa.

4. Polisi Buru Dua Saksi yang Menghilang

Hingga saat ini polisi sudah memintai keterangan 8 saksi. Mereka yang telah dimintai keterangan dari pelapor dan terlapor. Sebenarnya polisi akan memeriksa 10 saksi. Namun dua saksi dari terlapor masih diburu karena kabur. Keduanya masing-masing berinisial SC dan RT. Penyidik sudah menerbitkan surat perintah membawa atau panggil paksa untuk dimintai keterangan. Sebab keterangannya dibutuhkan untuk kasus ini.

"Penyidik menerbitkan surat perintah membawa atau panggil paksa untuk dimintai keterangan. Sebab keterangannya sangat dibutuhkan," terang Kasatreskrim polres Mojokerto, AKP Dewa.

5, Penyidikan Dilakukan Tertutup

Penyidik melakukan penyelidikan dan penyidikan terhadap kasus ini. Namun dilakukan secara tertutup. Polisi juga sudah meningkatkan status penyelidikan ke penyidikan. Tapi penyidik masih belum menetapkan tersangka dalam kasus.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini