Pilpres langsung, menurut Pangi, memberi kesempatan kepada siapapun untuk dipilih.
Dia mencontohkan Jokowi yang seorang tukang kayu dan bukan dari trah kerajaan atau elite politik, akhirnya bisa maju jadi kepala daerah hingga terpilih sebagai Presiden.
Demokrasi mundur
Menurut peneliti Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem) Fadli Ramdhanil, jika presiden kembali dipilih MPR, maka “demokrasi kita sedang memulai jalan mundur ke belakang.”
Baca juga: Pilpres Kembali ke MPR Merawat Oligarki
Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Jakarta Selatan, Safarianshah Zulkarnaen mengatakan, pilpres dikembalikan ke MPR adalah pengkhianatan terhadap sistem demokrasi.
"Kalau dipilih melalui MPR sangat bisa dimungkinkan akan merawat oligarki kekuasaan dan tersumbatnya kontestasi gagasan dari masyarakat karna demokrasi dijegal dengan konsesus demokrasi yang hanya ada di MPR," katanya.
Ilustrasi (Shutterstock)
Partai Demokrat yang berada di luar koalisi pemerintahan Jokowi menolak pilpres dikembalikan ke MPR.
Waketum Demorat Syarief Hasan mengatakan, rakyat berhak menentukan siapa presidennya. “Hak konstitusi dan kedaulatan rakyat harus dijaga. Presiden dan wakil presiden dipilih langsung oleh rakyat sesuai UUD'45 Pasal 6A," ujarnya.
PKS juga menentang pilres kembali ke MPR. “Jangan sampai kita seperti 20 tahun ke belakang," kata Sekretaris Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan DPP PKS Suhud Alynudin.
Menurutnya Indonesia punya pengalaman buruk dengan sistem pilpres Orde Baru, jangan sampai dihidupkan lagi.
Mendukung
Sementara PKB setuju usulan pilpres dikembalikan ke MPR. Partai pendukung Jokowi itu menganggap pilpres langsung biaya sosialnya terlalu besar.
“Sekarang kalau kita kalkulasi biaya untuk memilih presiden saja kita membutuhkan Rp24 triliun. Kalau dipilih MPR saya pikir enggak sampai segitu,” kata Wakil Ketua MPR Fraksi Partai PKB, Jazilul Fawaid.
Sekjen PPP Arsul Sani belum bersikap apakah setuju atau menolak pilpres dikembalikan ke MPR. “Kita lihat dulu diskursus yang ada di masyarakat seperti apa,” ucapnya.
Baca juga: Ketua DPR: Pilpres Kembali ke MPR Masih Wacana, Perlu Dikaji
Ketua DPR RI Puan Maharani wacana pilpres dikembalikan ke MPR perlu dikaji dulu. “Wacana tersebut kan masih menjadi satu wacana, yang harus kita lihat itu kajiannya. Apakah kita kembali ke belakang mundur, apakah itu akan ada manfaat dan faedahnya ke depan,” kata politikus PDIP itu.
(Salman Mardira)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.