Sekjen PBB: Dampak Dahsyat Pemanasan Global Ancam Umat Manusia

Rachmat Fahzry, Okezone · Senin 02 Desember 2019 13:24 WIB
https: img.okezone.com content 2019 12 02 18 2136899 sekjen-pbb-dampak-dahsyat-pemanasan-global-ancam-umat-manusia-JGCJHiSbjy.jpg Sekjen PBB Antonio Gutteres. (Foto/Reuters)

Presiden AS Donald Trump menarik neagranya dari kesepakatan Paris pada akhir tahun lalu.

Pada saat yang sama, delegasi Kongres AS yang akan ke Madrid, dipimpin oleh Ketua DPR Nancy Pelosi, yang terdaftar oleh pemerintah Spanyol di antara para kepala negara dan para VIP.

"Kami ingin memberikan setiap kesempatan kepada AS untuk tetap dalam komitmen dalam perang melawan perubahan iklim," kata juru bicara kantor perdana menteri Spanyol kepada AFP.

Penghasil emisi besar lainnya, yakni China, India, Rusia dan Brasil, telah memberikan sedikit indikasi bahwa mereka akan memperdalam komitmen mereka dalam waktu dekat.

Guterres memang sengaja memilih Uni Eropa agar memainkan peran konstruktif terhadap perubahan iklim.

"Eropa memiliki peran yang mutlak penting untuk dimainkan, dan harus menjadi landasan dalam negosiasi global yang mengarah pada netralitas karbon," katanya.

Presiden Komisi Eropa yang baru, Ursula Von der Leyen berusaha mengarahkan UE menuju target emisi nol bersih pada tahun 2050, tetapi terus menghadapi perlawanan dari beberapa anggota, termasuk Polandia dan Hongaria.

Untuk membantu mempercepat transisi sektor keuangan, yang terus berinvestasi dalam bahan bakar fosil yang mendorong pemanasan global, Guterres mengumumkan penunjukan gubernur Bank of England saat ini Mark Carney sebagai utusan khusus untuk aksi iklim dan keuangan, efektif Januari.

(fzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini