Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Laporan Bocor, Penelitian Rekayasa Genetika Bayi China Dikecam Sebagai "Pemalsuan yang Disengaja"

Rahman Asmardika , Jurnalis-Rabu, 04 Desember 2019 |11:25 WIB
Laporan Bocor, Penelitian Rekayasa Genetika Bayi China Dikecam Sebagai
He Jiankui, ilmuwan yang melakukan eksperimen rekayasa genetika pada bayi kembar di China. (Foto: AFP)
A
A
A

Mutasi yang tidak disengaja dari penelitian He itu juga berisiko menimbulkan efek yang tidak diinginkan, yang menurut Urnov hanya dapat dideteksi dengan menghancurkan embrio untuk memeriksa setiap sel. Ketidakpastian itu sendiri menghadirkan tantangan etis untuk dilakukannya percobaan tersebut.

"Sayangnya, (penelitian itu) lebih mirip percobaan dalam mencari tujuan, upaya untuk menemukan alasan yang dapat dipertahankan untuk menggunakan teknologi CRISPR dalam embrio manusia dengan segala cara," kata Rita Vassena, direktur ilmiah di Eugin Group yang berbasis di Barcelona.

BACA JUGA: Ilmuwan Pengubah Gen China, He Jinkui Dilaporkan Hilang Sepekan Terakhir

Para ilmuwan mencatat masalah etika potensial lainnya dalam penelitian He, mengamati bahwa orang tua Lulu dan Nana termasuk dalam "kelompok pasien yang rentan" karena ayah mereka yang menderita HIV-positif, yang membawa stigma kuat di China dan mungkin telah menghalangi pasangan itu untuk menerima pengobatan kesuburan.

Sampai saat ini, tidak ada jurnal yang setuju untuk memublikasikan penelitian penyuntingan embrio itu, meskipun He telah mengirimkannya ke sejumlah publikasi sejak tahun lalu. Sejak karyanya menjadi publik, He hampir tidak pernah terlihat lagi, bahkan mungkin menghadapi dampak hukum di China karena eksperimennya yang kontroversial itu.

(Rahman Asmardika)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement