nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Disuntik Dokter Korsel 14 Kali, Warga Suku Anak Dalam Sesak Napas

Nanang Fahrurozi, Jurnalis · Jum'at 06 Desember 2019 07:51 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 12 06 340 2138585 disuntik-dokter-korsel-14-kali-warga-suku-anak-dalam-sesak-napas-C2GDV8yAlU.JPG Warga SAD terkapar diduga keracunan obat dokter asal Korsel (Foto: Okezone.com/Nanang)

MERANGIN - Ali (35), warga Suku Anak Dalam (SAD) yang tinggal di kebun duren, Desa Lantak Seribu, Kecamatan Renah Pamenang, Kabupaten Merangin, Jambi terpaksa harus dirawat di rumah sakit akibat diduga keracunan obat.

Hal itu berawal saat korban mendapatkan injeksi sebanyak 14 titik oleh salah satu dokter spesialis dari Korea Selatan (Korsel) di bagian punggung. Namun, tiba-tiba saja kepala bagian belakang Ali sakit dan mengalami sesak napas.

"Awalnya saya merasakan nyeri bagian pinggang dan saat diobati dokter saya diinjeksi sebanyak 14 titik di bagian tulang punggung. Tapi setelah disuntik saya malah merasakan sakit kepala yang hebat dan sesak napas," kata Ali, Kamis 5 Desember 2019.

Pengobatan Gratis Dokter Korsel

(Foto: Ist)

Obat yang diberikan dokter tersebut juga sudah diminumnya namun sama sekali tak ada perubahan. "Karena sakit saya luar biasa, maka saya minum obat dari dokter Korsel itu. Tetapi, hingga subuh tidak ada perubahan. Saya dan Temenggung Jhon langsung ke Sarolangun untuk menemui dokter, namun mereka sudah berangkat ke Lubuk Linggau," keluhnya.

Akibat tidak kuat menahan sakit, Ali terkapar tidak berdaya. Korban kemudian dijemput menggunakan ambulans Puskesmas Meranti, dibawa ke RS DKT Bangko. Darma, perawat RS DKT Bangko menjelaskan, pasien mengalami pusing dan sesak nafas. Untuk hasil laboratorium masih diperiksa.

Pengobatan Gratis Dokter Korsel

(Foto: Ist)

"Sudah kita tangani, dan hasil laboratorium masih diperiksa dulu," ucap Darma.

Sementara itu, Temenggung Jhoni menyebutkan, saat ini warganya yang ikut berobat ke dokter asal Korsel bertambah menjadi empat orang. Mereka saat ini jatuh sakit.

"Saya baru dikabari, tiga warga saya sakit setelah berobat ke dokter Korsel. Sementara satu orang dirawat di RS DKT Bangko. Sudah saya suruh, mereka jangan minum obat dari dokter Korsel lagi," kata Jhoni.

(put)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini