nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kejahatan Siber: AS Buru Dua Warga Rusia yang Mencuri Jutaan Dolar dari 40 Negara

Rachmat Fahzry, Jurnalis · Sabtu 07 Desember 2019 19:02 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 12 07 18 2139168 kejahatan-siber-as-buru-dua-warga-rusia-yang-mencuri-jutaan-dolar-dari-40-negara-avOt48GnPy.jpg Maksim Yakubets (kanan) dan Igor Turashev, pemimpin organisasi kejahatan siber Evil Corp. (Foto/Kejaksaan Agung AS)

WASHINGTON - Pihak berwenang Amerika Serikat (AS) telah mengajukan tuntutan terhadap dua warga negara Rusia yang diduga menjalankan organisasi kejahatan siber global bernama Evil Corp.

Kedua warga Rusia yang diburu yakni Maksim Yakubets dan Igor Turashev. Keduanya diduga di balik kelompok yang menggunakan malware untuk mencuri jutaan dolar di lebih dari 40 negara.

Mereka yang terkena dampak peretasan termasuk sekolah dan organisasi keagamaan. Juga diduga bahwa Yakubets bekerja untuk intelijen Rusia.

Berbicara pada konferensi pers, Asisten Jaksa Agung AS Brian Benczkowski mengatakan serangan itu termasuk "skema peretasan komputer dan penipuan bank terburuk dalam dekade terakhir".

Baca juga: Malaysia Tangkap 680 Warga China Terkait Penipuan Online

Baca juga: Mata-Mata Korea Utara Didakwa Terkait Serangan Siber yang Rugikan Ratusan Juta Dolar AS

Yakubets dituduh memimpin Evil Corp yang berbasis di Moskow, sementara Turashev diduga bertindak sebagai administrator. Pasangan ini diperkirakan berada di Rusia.

Hadiah terbesar untuk penjahat siber

Tuduhan datang FBI, dan oleh National Crime Agency (NCA) Inggris dan Cyber Security Centre melakukan penyelidikan selaman bertahun-tahun.

Pihak berwenang AS menuduh bahwa kelompok itu mencuri setidaknya USD100 juta (sekira 1,4 triliun) menggunakan malware Bugat, yang dikenal sebagai Dridex.

Malware tersebut disebarkan melalui phishing (tindakan memperoleh informasi pribadi), yang mendorong para korban untuk mengklik tautan jahat yang dikirim melalui email dari entitas yang dipercayai.

Setelah komputer terinfeksi, grup tersebut mencuri informasi perbankan pribadi yang digunakan untuk mentransfer dana.

Sebuah jaringan pencuci uang kemudian digunakan untuk menyalurkan hasil kriminal ke anggota Evil Corp. Delapan anggota jaringan ini telah dijatuhi hukuman total lebih dari 40 tahun penjara.

Pihak berwenang AS mengatakan Yakubets juga terlibat dalam skema serupa menggunakan bentuk lain dari malware, yang dikenal sebagai Zeus. Dia berhasil mencuri USD70 juta (sekira Rp981 miliar) dari rekening bank para korban.

NCA menuduh bahwa Maksim Yakubets menghabiskan lebih dari USD250.000 (sekira Rp3,5 miliar) dari hasil kriminal untuk pernikahannya. Dia juga dikatakan mengendarai Lamborghini yang disesuaikan dengan plat nomor pribadi yang bertuliskan "Pencuri" dalam bahasa Rusia.

Dalam pernyataan terpisah, Departemen Keuangan AS menuduh bahwa, sejak 2017, Yakubets telah mengerjakan proyek-proyek untuk negara Rusia, termasuk pencurian dokumen rahasia dan "operasi yang dalam dunia maya".

Departemen itu mengatakan telah mengeluarkan sanksi terhadap 17 orang dan tujuh "entitas," termasuk bisnis yang terkait dengan anggota kelompok itu.

Hadiah USD5 juta (sekira Rp70 miliar) telah ditawarkan untuk informasi yang mengarah pada penangkapan dan penuntutan mereka. Departemen Kehakiman AS mengatakan jumlah itu adalah yang terbesar yang ditawarkan untuk penjahat siber hingga saat ini.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini