nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Sidang Genosida Rohingya, Pemimpin Myanmar Aung San Suu Kyi Tiba di Den Haag

Rachmat Fahzry, Jurnalis · Senin 09 Desember 2019 19:12 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 12 09 18 2139807 sidang-genosida-rohingya-pemimpin-myanmar-aung-san-suu-kyi-tiba-di-den-haag-wcvaxzrrlI.jpg Aung San Suu Kyi tiba di Den Haag untuk sidang Rohingya. (Foto/Reuters)

DEN HAAG – Pemimpin Myanmar dan peraih Nobel Perdamaian, Aung San Suu Kyi tiba Den Haag untuk melakukan pembelaan atas tuduhan genosida terhadap minoritas Muslim Rohingya dalam sidang Mahkamah Internasional PBB.

Pengadilan akan digelar sepanjang minggu mendatang, dengan audiensi ditetapkan pada 10 hingga 12 Desember, dan beberapa pendukung Suu Kyi juga menuju Den Haag, di Belanda, untuk menghibur Suu Kyi.

"Saya percaya pada Bunda Suu dan ak mencintainya," kata Tin Aung Thein, penyelenggara tur kelompok, kepada Reuters di bandara di Yangon. “Saya ingin [dunia] mengetahui kebenaran. Negara ini sangat menderita karena berita palsu.”

Gambia, sebuah negara kecil di Afrika Barat, yang wargnay sebagian besar Muslim, mengajukan gugatan pada bulan November dengan tuduhan menuduh Myanmar melakukan genosida [pembunuhan terhadap satu ras] terhadap minoritas Muslim Rohingya.

Baca juga: Myanmar Hancurkan Perkampungan Warga Rohingya Diganti dengan Bangunan Pemerintah

Baca juga: Pengungsi Rohingya Menolak Dipulangkan ke Myanmar

Foto/Reuters

Dalam sidang tiga hari, Gambia akan meminta panel hakim PBB beranggotakan 16 anggota di Mahkamah Pidana Internasional itu untuk memberlakukan "langkah-langkah sementara" untuk melindungi Rohingya, sebelum kasusnya digelar secara keseluruhan.

Lebih dari 730.000 warga Rohingya melarikan diri dari Myanmar pada 2017 setelah penindasan keras militer yang brutal.

Menurut PBB, militer Myanmar melakukan aksi itu dengan "tujuan genosida" dan termasuk pembunuhan massal dan perkosaan.

Meskipun ada kecaman internasional atas kampanye tersebut, Suu Kyi, yang pemerintahnya telah membela kampanye tersebut sebagai tanggapan yang sah terhadap serangan oleh pemerintah Myanmar dilakukan oleh militan Rohingya,.

"Saya percaya pada Bunda Suu selamanya," kata Zaw Htet, seorang mantan tahanan politik yang bergabung dalam perjalanan ke Den Haag.

Pada hari Sabtu, ribuan orang berunjuk rasa di Naypyitaw sementara para pejabat senior mengadakan upacara doa di Katedral Tritunggal Mahakudus di bekas ibu kota Yangon.

(fzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini