nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Mahasiswi di Bengkulu yang Tewas dengan Kaki Terikat Diduga Dibunuh Penjaga Kos

Demon Fajri, Jurnalis · Senin 09 Desember 2019 06:33 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 12 09 340 2139504 mahasiswi-di-bengkulu-yang-tewas-dengan-kaki-terikat-diduga-dibunuh-penjaga-kos-WiGoZSjZZf.jpg Wina Mardiani, Mahasiswi Universitas Bengkulu yang Ditemukan Terkubur dengan Tangan dan Kaki Terikat di Dekat Kosannya (foto: Dokumentasi Pribadi)

Sekira pukul 14.01 WIB, Pi berserta istrinya sudah tidak berada di rumahnya yang berada tak jauh dari kos Wina atau berada di depan gang kos Wina. Saat itu ketua RT setempat mendatangi kediaman penjaga kos.

Namun, tidak kunjung keluar dari dalam rumahnya. Tak lama berselang, istri penjaga kos keluar dan menemui Ketua RT. Di mana saat itu Ketua RT mempertanyakan Kepergian Wina yang tak kunjung pulang sama sekali tidak perhatian.

"Penjaga kos diduga sudah tidak ada lagi sekira pukul 14.01 WIB. Saya hanya ketemu pagi tadi (Minggu 8 Desember 2019). Setelah itu tidak ada ketemu lagi," ujar Aguswandi.

Orangtua Korban Aguswandi (mengenakan baju putih peci hitam) saat Berada di Rumah Sakit Bhayangkara Bengkulu (foto: Okezone/Demon Fajri)	Orangtua Korban Aguswandi (mengenakan baju putih peci hitam) saat Berada di RS Bhayangkara Bengkulu (foto: Okezone/Demon Fajri)

Kepala Desa Medan Jaya, Kecamatan Ipuh, Kabupaten Mukomuko ini meminta kepada polisi agar jasad Wina diautopsi. Pasalnya, wanita berparas ayu itu meninggal dunia dalam keadaan tidak wajar karena dikubur dengan tangan dan kaki terikat, serta tanpa busana.

Permintaan autopsi tersebut guna mengetahui penyebab kematian anak pertama dari Aguswandi dan Ani. Sebab di mata keluarga, Wina tidak memiliki musuh dan selalu ramah dengan kerabat-kerabatnya.

Baca Juga: Polisi Selisik Rekaman CCTV Perjalanan Hakim PN Medan Sebelum Tewas 

Aguswandi berharap, pelaku anaknya bisa segera terungkap dan tertangkap. Saat ini dirinya sepenuhnya mempercayai aparat kepolisian guna mengungkap kematian anaknya yang secara tidak wajar tersebut.

"Saya minta diautopsi. Biar semuanya terang benderang. Apa penyebab meninggalnya anak saya. Ini harus tahu," terang Aguswandi.

Kepergian Wina pun menimbulkan tanda tanya dengan ikut raibnya barang berharga korban, seperti satu unit sepeda motor Honda Scoopy bernopol BD 6425 NU, yang baru dibeli akhir tahun 2018. Begitu juga satu unit handphone dan dompet beserta isinya.

"Dompet hilang, sepeda motor, handphone anak saya tidak ada (hilang). Begitu juga dengan STNK sepeda motor," jelas Aguswandi. (fid)

(put)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini