Gergaji Jeruji Penjara, 4 Tahanan Narkoba Polresta Malang Kota Kabur

Avirista Midaada, Okezone · Senin 09 Desember 2019 14:14 WIB
https: img.okezone.com content 2019 12 09 519 2139709 gergaji-jeruji-penjara-4-tahanan-narkoba-polresta-malang-kota-kabur-e9DZKv28DD.jpg Lokasi tahanan kabur di Mapolresta Malang Kota (foto: Okezone.com/Avirista)

KOTA MALANG - Empat tahanan Polresta Malang Kota dilaporkan melarikan diri pada Senin dini hari (9/12/2019) sekitar pukul 01.30 WIB. Keempat tahanan yang kabur diketahui merupakan tahanan kasus narkoba atas nama Sokip Yulianto, Nur Cholis, Bayu Prasetyo, dan Andria alias Ian.

Kapolresta Malang Kota AKBP Leonardo Simarmata membenarkan peristiwa tersebut. Menurutnya keempat tahanan ini melarikan diri setelah menggergaji teralis besi penjara bagian atap.

"Benar memang empat tahanan narkoba. Para pelaku itu menggergaji teralis besi yang ada di atap itu. Lalu mereka melarikan diri dari lubang yang sudah digergaji itu dan kabur lewat belakang," ujar Leonardus Simarmata kepada wartawan di Mapolresta Malang Kota, Senin (9/12/2019).

 Baca juga: 8 Tahanan Polsek Pangkalan Kerinci yang Kabur Berhasil Ditangkap

Namun pihaknya belum dapat menjelaskan darimana keempatnya mendapat gergaji yang digunakan untuk menggergaji jeruji besi.

"Gergaji itu masih kami dalami dapat darimana," ungkapnya.

Saat kejadian sebenarnya ada tiga orang petugas yang tengah berjaga. Namun Leo-panggilan akrabnya masih belum dapat memastikan apakah ada kelalaian dari penjaga sehingga bisa lolos.

"Ada penjaga yang melakukan penjagaan tapi ini kami masih melakukan pemeriksaan. Apabila kami menemukan kelalaian di sana, maka yang bersangkutan akan kami proses lebih lanjut," tutur mantan Wakapolrestabes Surabaya itu.

 Baca juga: Tertangkap di Kebumen, Napi Rutan Wates yang Kabur Dijebloskan ke Sel Isolasi

Leo menambahkan keempat pelaku ini baru mendekam dua minggu di Mapolresta Malang Kota dengan hukuman yang bervariasi mulai 8 sampai 10 tahun.

"Mereka (keempatnya) beda jaringan. Masih proses peradilan. Kami memang kecolongan. Kami masih melakukan pengejaran," pungkasnya.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini