nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Sepanjang 2019, Polda Banten Tangkap 982 Orang Terkait Kasus Narkoba

Rasyid Ridho , Jurnalis · Selasa 10 Desember 2019 14:14 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 12 10 340 2140187 sepangjang-2019-polda-banten-tangkap-982-orang-terkait-kasus-narkoba-MTln15NHp8.jpg Ilustrasi narkoba

SERANG - Direktorat Reserse Narkoba Polda Banten mencatat sebanyak 928 pelaku penyalahgunaan narkoba diamankan selama tahun 2019. Jumlah tersebut meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yakni 804 tersangka.

Dirnarkoba Polda Banten Kombes Pol Yohanes Hernowo, mengatakan penyalahgunaan narkoba di wilayah Banten terus mengalami peningkatan setiap tahunnya, baik secara kuantitas maupun kualitas.

"Jelas ada kenaikan pada tahun 2018, tindak pidana hanya 644 kasus. Sedangkan sekarang sebanyak 732 kasus, biasanya setiap tahunnya naik sekitar 100 kasus," kata Yohanes. Senin (10/12/2019).

Ilustrasi

Dia merinci, kasus penyalahgunaan narkoba tertinggi di wilayah hukum Polres Tangerang dengan jumlah 333 kasus dan 385 tersangka. Kemudian disusul Polda Banten dengan jumlah 102 kasus dan 145 tersangka. Polres Serang sebanyak 64 kasus dan 78 tersangka.

Selanjutnya, Polres Cilegon sebanyak 91 kasus dan 117 tersangka, Polres Serang Kota sebanyak 62 kasus dan 93 tersangka, Pandeglang sebanyak 42 kasus dan 55 tersangka. Terakhir Polres Lebak sebanyak 37 kasus dengan 54 tersangka.

Adapun barang bukti yang diamankan yaitu narkoba jenis sabu sebanyak 3,7 kilogram, ganja sebanyak 234 kilogram, tembakau gorilla sebanyak 627 gram, ekstasi sebanyak 36 butir, zenith sebanyak 201, 853 gram, psikotropika 42 butir dan obat-obatan keras sebanyak 494.972 btr.

Baca Juga : Anies: Banyak Kritik, Berarti Kinerja TGUPP Makin Dirasakan

Menurut Yohanes, pelaku penyalahgunaan narkoba di dominasi oleh golongan pengangguran atau tidak memiliki pekerjaan. Sedangkan untuk pelajar masih terhitung sedikit. "Golongan rata-rata, pelajar hanya sedikit, kebanyakan pengangguran," ujarnya.

Yohanes mengungkapkan peredaran narkotika dan obat-obat berbahaya (narkoba) tertinggi terjadi di wilayah Tangerang. "Wilayah Tangerang karena komposisi masyarakat disana dikenal heterogen karena berbatasan dengan Ibukota Jakarta dan memiliki berbagai persoalan dari kemiskinan, kriminalitas. Beda halnya dengan wilayah Lebak," ungkapnya.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini