nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Suu Kyi: Kasus Genosida Terhadap Myanmar "Tak Lengkap dan Menyesatkan"

Rahman Asmardika, Jurnalis · Rabu 11 Desember 2019 18:03 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 12 11 18 2140737 suu-kyi-kasus-genosida-terhadap-myanmar-tak-lengkap-dan-menyesatkan-5lH5V4aoIO.jpg Foto: Reuters.

DEN HAAG - Pemimpin Myanmar Aung San Suu Kyi mengatakan kasus yang diajukan terhadap negaranya di Pengadilan Dunia "tidak lengkap dan menyesatkan". Hal itu dia sampaikan ketika memulai pembelaannya untuk Myanmar atas tuduhan genosida terhadap minoritas Muslim Rohingya pada di Den Haag pada Rabu.

Gambia, sebuah negara kecil di Afrika Barat, telah meluncurkan kasus terhadap Myanmar di Pengadilan Tinggi Internasional, pengadilan tertinggi PBB, menuduh negara Asia Tenggara itu melanggar Konvensi Genosida 1948.

BACA JUGA: Sidang Genosida Rohingya, Pemimpin Myanmar Aung San Suu Kyi Tiba di Den Haag

Seorang diri memimpin tim pembela Myanmar sendiri di pengadilan di Den Haag Suu Kyi, pemimpin politik utama Myanmar dan penerima hadiah Nobel Perdamaian mengakui kekuatan yang tidak proporsional mungkin telah digunakan pada waktu-waktu tertentu oleh militer, tetapi mengatakan konflik di negara bagian Rakhine barat itu "kompleks dan tidak mudah dipahami ".

"Gambia telah menempatkan gambaran yang tidak lengkap dan menyesatkan tentang situasi faktual di Negara Bagian Rakhine di Myanmar," katanya sebagaimana dilansir Reuters, Rabu (11/12/2019).

Lebih dari 730.000 Rohingya melarikan diri dari Myanmar setelah militer melancarkan tindakan keras di Negara Bagian Rakhine pada Agustus 2017. Sebagian besar kini tinggal di kamp-kamp pengungsi yang di Bangladesh.

Myanmar berpendapat bahwa "operasi pembersihan" militer di Rakhine adalah tanggapan yang dapat dibenarkan untuk tindakan terorisme dan bahwa tentaranya telah bertindak dengan tepat.

BACA JUGA: Myanmar Hancurkan Perkampungan Warga Rohingya Diganti dengan Bangunan Pemerintah

Suu Kyi mendengarkan dengan tenang pada Selasa ketika pengacara untuk Gambia merinci kesaksian gamblang tentang penderitaan Rohingya di tangan militer Myanmar. Sebuah foto Suu Kyi dengan tiga jendral yang tersenyum yang juga menteri pemerintah Myanmar - Letnan Jenderal Ye Aung, Letnan Jenderal Sein Win dan Letnan Jenderal Kyaw Swe - ditunjukkan di ruang sidang oleh tim hukum Gambia sebagai bukti dari apa yang mereka katakan sebagai ikatan dekatnya dengan militer.

Dalam tiga hari persidangan pekan ini, hakim mendengarkan fase pertama kasus: Permintaan Gambia untuk "tindakan sementara" - setara dengan perintah penahanan terhadap Myanmar untuk melindungi populasi Rohingya sampai kasus ini didengar secara penuh.

Gambia berpendapat bahwa adalah tugas setiap negara di bawah konvensi untuk mencegah genosida terjadi. Gambia mendapat dukungan politik dari 57 anggota Organisasi Kerjasama Islam, Kanada, dan Belanda.

Ambang hukum untuk menemukan bahwa sebuah kasus genosida tinggi. Hanya tiga kasus yang telah diakui di bawah hukum internasional sejak Perang Dunia Kedua: Di Kamboja pada akhir 1970-an; Di Rwanda pada 1994; dan di Srebrenica, Bosnia, pada 1995.

Meskipun misi pencarian fakta Perserikatan Bangsa-Bangsa menemukan bahwa "kejahatan paling kejam di bawah hukum internasional" telah dilakukan di Myanmar dan menyerukan pengadilan genosida, tidak ada pengadilan yang menimbang bukti dan menyatakan terjadinya genosida di Myanmar.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini