nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

PBB Tak Membenarkan Rudal Milik Iran Serang Kilang Minyak Arab Saudi

Rachmat Fahzry, Jurnalis · Kamis 12 Desember 2019 16:03 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 12 12 18 2141075 pbb-tak-membenarkan-rudal-milik-iran-serang-kilang-minyak-arab-saudi-FJ8Pu65SZZ.jpg Otoritas Arab Saudi menunjukkan puing rudal yang diduga menyerang kilang minyak di Abqaiq. (Foto/Reuters)

NEW YORK - PBB dilaporkan tidak dapat mengkonfirmasi Iran terlibat dalam serangan pesawat tak berawak [drone] dan rudal jelajah pada dua fasilitas minyak utama Saudi pada bulan September 2019.

Arab Saudi mengatakan Iran berada di balik serangan itu, yang menumbangkan setengah dari produksi minyak mentah negara kerajaan tersebut.

Tetapi sebuah laporan yang bocor dengan menyebut sekretaris jenderal PBB mengatakan para penyelidik tidak dapat membenarkan bahwa drone dan rudal itu berasal dari Iran.

Iran menyangkal peran apa pun dan mencatat klaim tanggung jawab dari pemberontak di Yaman.

Baca juga: AS Kirim Pasukan Tambahan Imbas Serangan Fasilitas Minyak Saudi

Baca juga: Puing Senjata Buktikan Iran di Balik Serangan Fasilitas Minyak Saudi

Gerakan Houthi, yang didukung Iran, mengatakan pihaknya membalas serangan udara di Yaman oleh koalisi yang dipimpin Saudi yang mendukung pasukan pemerintah dalam perang saudara.

"Pada saat ini, [PBB] tidak dapat secara independen membenarkan bahwa rudal jelajah dan kendaraan udara tak berawak yang digunakan dalam serangan-serangan ini berasal dari Iran," Guterres menulis dalam laporan itu, yang dilihat oleh kantor berita Reuters dan AFP melansir BBC, Kamis (12/12/2019).

Foto/Reuters

Tetapi laporan itu juga mencatat bahwa Houthi "tidak terbukti memiliki, atau dinilai memiliki" drone yang digunakan dalam serangan itu.

Guterres mengatakan penyelidikan PBB atas serangan itu terus berlanjut dan bahwa hasilnya akan diserahkan ke Dewan Keamanan setelah selesai.

Apa yang terjadi dalam serangan itu?

Kementerian pertahanan Saudi mengatakan 18 pesawat tak berawak menghantam fasilitas pemrosesan minyak Abqaiq (terbesar di dunia) dan empat rudal jelajah menghantam ladang minyak Khurais pada 14 September. Tiga rudal lainnya ditembakkan ke arah Abqaiq tetapi gagal.

Di Abqaiq, yang berjarak 330 km timur laut Riyadh, drone merusak 11 tangki pemisah spheroid yang digunakan untuk memisahkan gas dari minyak mentah dan menstabilkannya untuk ekspor. Lima menara stabilisasi yang digunakan untuk menghilangkan hidrogen sulfida dari minyak mentah dan dua tangki yang menahan air yang dikeluarkan dari minyak mentah juga terkena.

Di Khurais, 190 km ke barat daya, empat menara stabilisasi rusak.

Serangan menutup 5,7 juta barel per hari dari produksi minyak mentah, yang merupakan sekitar 6% dari total pasokan global, dan menyebabkan lonjakan harga minyak.

Siapa yang disalahkan?

Juru bicara militer Houthi Yahyia Sari mengatakan pada 15 September bahwa pasukannya telah meluncurkan 10 drone dari Yaman setelah menerima dukungan "intelijen" dari orang-orang di dalam Arab Saudi.

(fzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini