JAKARTA - Tersangka kasus dugaan suap pengurusan izin proyek pembangunan Meikarta, Bartholomeus Toto (BTO) mengaku telah mengirimkan surat ke Presiden Joko Widodo (Jokowi). Suratnya itu berisikan permintaan agar kasus yang menyeret Toto diperhatikan.
Toto merasa ada rekayasa terhadap penetepan tersangkanya. Oleh karenanya, ia memohon kepada Jokowi agar memperhatikan kesewenang-wenangan yang dilakukan KPK.
"Saya mohon sekali Pak Jokowi agar berkenan memperhatikan kesewenang-wenangan yang saya alami ini, karena ini merupakan rekayasa yang notabennya, penegakan hukum melanggar hukum atau abuse of power. Sudah, sudah (dikirim suratnya)," kata Toto usai diperiksa sebagai tersangka di Gedung Merah Putih KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Kamis (12/12/2019).

Tak hanya itu, dalam kesempatan ini, Toto juga meminta agar penyidik serta pimpinan KPK terbuka dan transparan ke publik. Bartholomeus meminta agar penyidik terbuka terkait dua alat bukti yang membuat dirinya ditahan.
"Saya akan sangat senang jika penyidik dan pimpinan KPK mau terbuka ke publik secara transparan dan jujur apa yang menyebabkan saya ditahan seperti ini," ucapnya.
Menurut Toto, dirinya hanya dijebak oleh anak buahnya Edi Dwi Soesianto (Edi Soes) dalam perkara ini. Edi Soes, kata Toto, memberikan keterangan yang berbeda dengan apa yang disampaikan penyidik KPK.