Karena informasinya kedua TKI ilegal ini akan melewati jalur tikus di sayap kanan, timsus yang menyamar langsung menuju lokasi dengan bergaya sebagai calo.
"Sementara personel bersenjata lengkap, termasuk saya, berpencar dan mengendap di beberapa titik jalur tikus," ujarnya.
Setibanya di pagar batas antara Indonesia-Malaysia, tepatnya di Dusun Sebunga, timsus penyamar menunggu kedua TKI ilegal tersebut. Tak lama, keduanya tiba. Tepat pukul 20.00 Wib. Tak ada kecurigaan sama sekali dari mereka terhadap penyamaran ini. Jika mereka curiga dan tahu penyamaran itu, lanjut Sertu Jeffry, maka akan dilakukan penindakan di tempat.
"Setelah mereka melewati pagar kawat dan masuk ke wilayah Indonesia, ditanyalah nama mereka. Yang perempuan Eius dan satunya lagi Taufik. Mereka sama sekali tidak ada curiga sama dua anggota kami yang menyamar," jelas Sertu Jeffry.
Saat itu, Taufik yang menggendong dua tas dan menjinjing dua kardus. Sementara Eius hanya membawa tas kecil berisi handphone dan sejumlah uang rupiah dan ringgit. Tak ada yang menyangka mereka membawa sabu. Saat ditanya, Eius mengaku membawa milo, mie dan susu serta gula. Sementara Taufik, sama sekali tidak tahu barang yang dibawanya. Karena dia hanya disuruh Eius untuk memikul barang dengan timbal balik dibiayakan semua urusan cop paspor.
"Karena ada keanehan kenapa mereka ini melintas jalur tikus malam hari dan gelagatnya mencurigakan, keduanya kemudian digiring dua anggota kami ke rumah warga yang jaraknya sekitar satu kilometer. Masih melewati jalur tikus yang becek dan semak, tanpa ada curiga dengan penyamaran ini," paparnya.