WONOGIRI - Teka-teki kematian Winarsih warga Desa Bakalan, Kecamatan Purwantoro, Wonogiri, Jawa Tengah yang nekat mengajak kedua anaknya mati bersama dengan cara meminum racun masih menjadi misteri.
Belum terungkapnya kasus ini karena minimnya saksi yang ada. Kasatreskrim Polres Wonogiri AKP AKP Purbo Ajar Waskito mengatakan penyidikan kasus ini masih terus dilakukan.
Untuk alasan pelaku melakukan aksi nekat tersebut belum bisa dipastikan. Namun dari keterangan Kepala Desa, pelaku ada permasalahan keluarga yaitu dengan suaminya. Sedangkan saksi kunci dalam kasus ini, ungkap Purbo, hanya anak lelakinya yang saat ini masih terbaring di RSUD Ponorogo.
"Karena pada waktu kejadian tidak ada orang lain," papar Purbo saat dikonfirmasi Okezone, Jumat (13/12/2019).

Menurut Purbo, saat ini kasus ini sudah ditangani langsung oleh Polsek Purwantoro. Menyangkut barang bukti, pihaknya, ungkap Purbo, telah mengamankan gelas yang terdapat sisa susu.
"Barang bukti kita amankan adalah gelas yang terdapat sisa susu. Cairan ini yang kita duga sebagai pestisida yang dimungkinkan penyebab korban keracunan," paparnya.
Diketahui, aksi nekat dilakukan Winarsih. Ia mengajak kedua anaknya mengakhiri hidup dengan cara menegak racun pestisida. Sontak, aksinya itu menggemparkan warga Desa Bakalan, Kecamatan Purwantoro, Wonogiri.
Apalagi, saat ditemukan, polisi menemukan secarik surat yang diduga ditulis Winarsih sebelum melakukan aksi nekatnya. Diduga, perbuatan itu dilakukan dikarenakan Winarsih mengalami depresi.
Dalam kejadian itu, selain Winarsih, KD (8) putra keduanya tewas. Sedangkan ZIM (10) anak sulungnya berhasil diselamatkan. Meskipun saat ini kondisinya masih dalam keadaan kritis dan dirawat intensif di rumah sakit di Ponorogo.
(Khafid Mardiyansyah)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.