nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Myanmar Tahan Kapal yang Bawa 173 Muslim Rohingya

Rahman Asmardika, Jurnalis · Selasa 17 Desember 2019 20:35 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 12 17 18 2143138 myanmar-tahan-kapal-yang-bawa-173-muslim-rohingya-EqjVx5lqNM.jpg Kamp pengungsi Rohingya di Bangladesh. (Foto: Reuters)

YANGON – Pihak berwenang Myanmar mengatakan telah menahan 173 Muslim Rohingya di sebuah kapal di lepas pantai selatan. Hal itu disampaikan di tengah tanda-tanda bahwa lebih banyak anggota etnis minoritas itu yang melakukan pelayaran laut yang berbahaya untuk menghindari penganiayaan.

Juru Bicara Militer Myanmar, Tun Tun Nyi mengatakan bahwa angkatan laut Myanmar menangkap kapal yang membawa para pengungsi Rohingya, termasuk 22 anak-anak itu, di lepas pantai Kota Kawthaung Divisi Tanintharyi pada Minggu.

BACA JUGA: Rohingya Tuntut Keadilan di Mahkamah Internasional Minta Myanmar Bertanggung Jawab Atas Genosida

"Angkatan laut kami menemukan mereka di kapal yang mencurigakan di laut," katanya kepada Reuters melalui telepon. "Polisi akan melanjutkan sesuai dengan hukum."

Lebih dari 730.000 Rohingya melarikan diri dari Myanmar ke Bangladesh pada 2017 untuk melarikan diri dari tindakan keras pimpinan militer di negara itu. Penyelidik PBB mengatakan bahwa operasi militer di Negara Bagian Rakhine terhadap Rohingya dilakukan dengan "niat genosidal" dan termasuk pembunuhan massal dan pemerkosaan.

Myanmar membantah tuduhan tersebut, menyebut kekerasan yang terjadi sebagai respons terhadap serangan oleh gerilyawan Rohingya, tetapi mengakui pembunuhan di Desa Inn Din, tempat tentara dan warga desa Budha membunuh 10 pria Muslim, serta di desa lain, Gu Dar Pyin. Myanmar juga membantah penganiayaan.

Sekira 600.000 warga Rohingya masih berada di Myanmar, terkurung di kamp-kamp dan desa-desa di Negara Bagian Rakhine barat di mana mereka tidak dapat melakukan perjalanan dengan bebas atau mengakses layanan kesehatan dan pendidikan.

BACA JUGA: Pengungsi Rohingya Menolak Dipulangkan ke Myanmar

Asisten Direktur Kantor Administrasi Kotapraja Kawthaung, Myat Thu, mengatakan bahwa belum jelas apakah kelompok yang ditangkap pada Minggu berlayar dari Myanmar atau Bangladesh.

"Sekarang kami menempatkan (mereka) di sebuah pulau di Kawthaung di laut, dengan penjaga keamanan," katanya kepada Reuters melalui telepon. "Kami memastikan bahwa semua hak asasi mereka dilindungi."

Pejabat Penjaga Pantai Bangladesh Saiful Islam mengatakan kepada Reuters bahwa mereka tidak mengetahui adanya kapal yang meninggalkan kamp ke Myanmar.

"Jika kami memiliki informasi seperti itu, kami akan menghentikan mereka," katanya melalui telepon.

Lebih dari 90 Rohingya, termasuk 23 anak yang ditemukan di pantai di wilayah delta Irrawaddy setelah naik kapal dari Rakhine. Mereka dihadapkan ke di pengadilan Myanmar pada 11 Desember untuk menghadapi tuduhan bepergian secara ilegal.

Ratusan orang telah dipenjara di penjara dan pusat penahanan kaum muda di seluruh negeri.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini