Presiden Trump Dimakzulkan DPR AS, Ini yang Akan Terjadi Setelahnya

Rahman Asmardika, Okezone · Kamis 19 Desember 2019 11:13 WIB
https: img.okezone.com content 2019 12 19 18 2143741 presiden-trump-dimakzulkan-dpr-as-ini-yang-akan-terjadi-setelahnya-UhIkKNjIvG.jpg Presiden AS Donald Trump. (Foto/Reuters)

WASHINGTON - Donald Trump menjadi presiden Amerika Serikat (AS) ketiga yang dimakzulkan oleh DPR pada Rabu, 18 Desember 2019.

DPR AS yang didominasi Partai Demokrat mengambil suara 230 berbanding 197, memutuskan Trump bersalah atas dua pasal pemakzulan, yaitu penyalahgunaan kekuasaan dan menghalangi Kongres, namun proses pemakzulan itu sendiri masih jauh dari selesai.

Setelah pemungutan suara, DPR AS akan memilih seorang “manajer DPR” yang akan melakukan persidangan pemakzulan di Senat. Manajer pemakzulan DPR ini akan bertindak sebagai jaksa dan mengajukan tuntutan kasus pemakzulan terhadap Trump di Senat AS.

Setelah manajer DPR itu dipilih, barulah DPR AS akan secara resmi mengajukan pasal pemakzulan ke Senat yang harus segera mengambil tindakan untuk menggelar sidang pemakzulan.

Baca juga: Trump Tuduh Ketua DPR AS Menyatakan Perang Terbuka Terhadap Demokrasi Amerika

Baca juga: Trump Mengakui Ingin Ukraina dan China Periksa Joe Biden

Menurut keterangan Pimpinan Faksi Mayoritas di Senat, Senator Mitch McConnell yang dikutip CBS, Kamis (19/12/2019) sidang pemakzulan kemungkinan akan digelar pada awal Januari 2020.

Persidangan Pemakzulan

Dalam sidang pemakzulan, anggota Senat AS akan bertindak sebagai juri, anggota DPR sebagai jaksa, dan Pimpinan Mahkamah Agung, yang saat ini dijabat oleh John Roberts sebagai hakim ketua persidangan.

Foto/Reuters

Aturan selama persidangan, sejumlah saksi akan dipanggil, bukti-bukti apa saja yang akan diajukan, dan berapa lama persidangan akan berlangsung, sepenuhnya diserahkan kepada Senat AS. Jika ada suara seimbang mengenai bukti dan saksi, maka hakim ketua yang akan menjadi suara penentu.

McConnel yang merupakan sekutu Trump telah mengungkapkan keinginannya untuk menggelar sidang pemakzulan yang cepat tanpa memanggil saksi, namun Pimpinan Minoritas Senat Chuck Schumer dari Partai Demokrat ingin mendengar kesaksian dari empat pejabat administrasi yang diminta untuk bersaksi dalam penyelidikan pemakzulan DPR tetapi tidak muncul.

Mereka adalah penjabat pelaksana Kepala Staf Gedung Putih Mick Mulvaney, mantan Penasihat Keamanan Nasional John Bolton, Penasihat Senior untuk Kepala Staf Pejabat Gedung Putih Robert Blair, dan Direktur Rekanan untuk Keamanan Nasional, Kantor Manajemen dan Anggaran Michael Duffey.

Setelah persidangan berakhir, Senat akan melakukan pemungutan suara terbuka untuk memutuskan apakah akan memakzulkan Trump dan mencopot jabatannya atau tidak.

Proses ini membutuhkan dua pertiga suara dukungan dari para senator untuk memakzulkan Trump, dan melihat bahwa Senat AS dikuasai oleh Partai Republik, kemungkinan besar Trump akan dinyatakan tak bersalah dan tetap menjabat sebagai Presiden AS.

Jika Trump nantinya ternyata dimakzulkan dan didepak dari jabatannya, maka Wakil Presiden Mike Pence akan menggantikannya sebagai presiden sampai masa jabatannya berakhir pada 20 Januari 2021.

(fzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini