Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

PKS Khawatir Anies Tak Punya Pendamping Sampai Akhir Jabatan

Fakhrizal Fakhri , Jurnalis-Kamis, 19 Desember 2019 |18:23 WIB
    PKS Khawatir Anies Tak Punya Pendamping Sampai Akhir Jabatan
Foto: Okezone.com/Fakhrizal Fakhri
A
A
A

JAKARTA - Partai Keadilan Sejahtera (PKS) mengaku khawatir bila Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan, tak akan mempunyai pendamping sebagai Wakil Gubernur DKI Jakarta hingga akhir masa jabatannya.

Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bapilu) Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PKS DKI, Agus Setiarso mengatakan bahwa tidak adanya aturan tentang tenggat waktu untuk mengisi kekosongan Wagub DKI membuat penunjukkan pengganti Sandiaga Uno itu tak kunjung tuntas.

"Sampai akhir masa jabatan, bisa saja DPRD tidak menyelenggarakan Rapimgab untuk penentuan wagub. Padahal pansus sudah terbentuk lama, dan tatib juga sudah ada," kata Agus dalam diskusi di Gedung Joang 45, Jakarta, Kamis (19/12/2019).

 Baca juga: PKS-Gerindra Diminta Bangun Kesepakatan Ulang Akhiri Sengkarut Kursi Wagub DKI

Sebab itu, Agus mendorong agar Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetio Edi Marsudi bisa tegas dengan meminta PKS dan Gerindra untuk menentukan siapa pendamping Anies tersebut.

Menurut dia, Prasetio bisa memutuskan pelaksanaan Rapimgab agar Wagub DKI Jakarta bisa segera ditunjuk.

"Pak Pras itu kalau punya niat baik seharusnya sudah, lakukan saja Rapimgab. Panggil semua pimpinan fraksi, komisi. Itu fungsi Ketua DPRD," ujar Agus.

 Baca juga: PKS Jawab Desakan Gerindra yang Minta 4 Cawagub Segera Dipilih

Agus mengungkapkan, selama ini kesepakatan politik Gerindra-PKS sudah tuntas. Pasalnya, Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto sudah setuju dengan dua calon yang diusulkan PKS yakni Agung Yulianto, dan Ahmad Syaikhu.

"Kalau dibilang tidak ada deal, sebenarnya ketika (dua nama) diajukan ke gubernur, itu sebenarnya sudah sepakat juga antara Gerindra dan PKS. Sudah tidak ada lagi perbedaan di antara keduanya," ujar dia.

Sementara itu, pengamat politik dari LIPI Siti Zuhro menilai, tarik ulur kepentingan terjadi karena kedua parpol sama-sama ingin memiliki representasi politik di Pemprov DKI Jakarta.

"Ini sudah masuk ranah politik, yaitu mengapa ada permasalahan penting, pemilihan calon wakil gubernur DKI, tidak kunjung tuntas dibahas di DPRD DKI," ujar dia.

Siti menilai, Gerindra juga cemas karena Anies Bawasedan bukan kader Gerindra. Ia menamnahkan bahwa representasi di DKI merupakan hal penting bagi parpil guna target politik jangka panjang.

"Jadi menurut saya mungkin macetnya di situ. Deadlocknya di situ. Tidak ada bridging sama sekali antara kedua parpol," pungkas Siti.

(Awaludin)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement