Warga Sambas Tewas Ditikam di Bintulu Malaysia

Ade Putra, Okezone · Jum'at 20 Desember 2019 08:51 WIB
https: img.okezone.com content 2019 12 20 340 2144099 warga-sambas-tewas-ditikam-di-bintulu-malaysia-1kbk1mee0p.jpg Ilustrasi Kasus Penusukan (foto: Shutterstock)

PONTIANAK - Seorang warga negara Indonesia (WNI) asal Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat ditemukan tewas berlumur darah pada bagian dadanya di kawasan Batu 23, Bintulu, Sarawak, Malaysia.

Pria yang diketahui bernama Zulkifli itu dikabarkan merupakan korban pembunuhan. Korban diduga ditikam oleh seorang WNI asal Nusa Tenggara Barat.

Baca Juga: Siswa SMK Tewas Ditikam Teman Sendiri Usai Terlibat Perkelahian 

Kepada Okezone, Francis Ngu How Hua, warga Bintulu mengatakan, korban saat ini sedang berada di kamar mayat Hospital Bintulu.

"Kejadian petang kemarin (Kamis). Korban merupakan warga Indonesia. Saat ini masih di rumah mayat Bintulu," kata Francis, Jumat (20/12/2019).

Di media sosial Facebook (FB) atau grup informasi pun ramai membahas peristiwa penikaman yang menewaskan Zulkifli.

Warga Sambas Tewas Ditikam di Bintulu Malaysia (foto: Facebook)	 Warga Sambas Tewas Ditikam di Bintulu Malaysia (foto: Facebook) 

"Sedang dicari pelaku penikaman. Keadian di Bintulu Sarawak. Kalau jumpa harap segera lapor polis. Pelaku asal Bima. Almarhum asal Sambas ditikam sampai meninggal. Pelaku kini masih dalam kawasan Sarawak. Harap ketemu segera ditindakin," tulis Uray Erwin Barage dalam grup FB Kamek Anak Rantau Sambas (KARAS) Kamis 19 Desember 2019 malam.

Sementara Liaison Officer (LO) Polri di Kuching Sarawak, AKBP Joni Getamala menyatakan, dirinya belum mendapat pemberitahuan dari kepolisian setempat terkait adanya penikaman yang menimpa Zulkifli.

Baca Juga: Lerai Pertengkaran Ibu dan Anak, Ahmad Tewas Ditikam Keponakannya Sendiri 

"Kita belum dapat notifikasi dari IPD Bintulu (kepolisian). Baru dapat info medsos itu saja," jelas Joni.

Meski demikian, dirinya saat ini sedang berkoordinasi dengan IPD Bintulu untuk mencari informasi penikaman yang menewaskan WNI tersebut.

(fid)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini