nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pembunuhan Warga Sambas di Malaysia Dipicu Rebutan Tempat Duduk

Ade Putra, Jurnalis · Sabtu 21 Desember 2019 22:02 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 12 21 340 2144696 pembunuhan-warga-sambas-di-malaysia-dipicu-rebutan-tempat-duduk-96NYMT0gBV.jpg Ilustrasi (Shutterstock)

PONTIANAK – Kasus pembunuhan yang terjadi pada Zulkibli, warga Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat di Bintulu, Sarawak, Malaysia, menyingkap fakta baru. Ternyata, percekcokan berujung kematian itu dipicu rebutan kursi mobil.

"Insiden ini diawali adu mulut antara korban dan pelaku. Mengenai tempat duduk di mobil," ujar Liaison Officer (LO) Polri Konsulat Jenderal Jenderal Indonesia (KJRI) di Kuching Sarawak, AKBP Joni Getamala kepada Okezone, Selasa (21/12/2019).

Joni mengatakan, atas kejadian ini pihak KJRI dengan KPD Bintulu melakukan koordinasi sehingga didapati informasi mengenai kronologi terjadinya pembunuhan tersebut.

Dalam koordinasi itu, Kepala Polis Daerah Bintulu, Supt Zulkifli bin Suhaili membenarkan bahwa korban tindak pidana pembunuhan dan pelakunya adalah warga negara Indonesia (WNI).

Berdasarkan pemeriksaan saksi-saksi yang berada di lokasi kejadian, korban meninggal dunia adalah Zulkibli dan pelaku berinisial ADS. Keduanya merupakan petugas keamanan perusahaan Shin Yang, Bintulu.

Zulkibli merupakan warga Desa Sarilaba A, Kecamatan Jawai Selatan, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat. Sedangkan ADS merupakan warga Sumbawa Besar, Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat (NTB).

"Kejadian ini berlangsung pada Kamis, 19 Desember 2019, pukul 17.30 waktu setempat di area perkebunan perusahaan Shin Yang, Batu 22, Jalan Bintulu-Miri Lama, Bintulu, Sarawak, Malaysia," ucap Joni.

Pelaku pembunuhan warga Sambas di Bintulu Malaysia. (Ist)

Diceritakannya, sebelumnya pada pukul 17.10 waktu setempat, ADS bersama Zulkibli serta enam orang WNI lainnya akan menjalankan tugas sif sore menggunakan mobil Toyota Hilux. Mobil itu dikendarai seorang warga negara Malaysia.

Sebagaimana biasanya setiap kali di kendaraan, Zulkibli selalu duduk di kursi depan dan pekerja lain berada di bak belakang mobil tersebut. Berbeda dengan hari saat kejadian, pria 47 tahun itu justru mendapati ADS telah menempati tempat duduk bagian depan.

"Melihat hal tersebut, korban langsung menegur tersangka dan diminta pindah ke belakang. Tersangka tidak terima sehingga terjadi adu mulut," kata Joni.

Puncak pertengkaran, tersangka menusuk perut korban dengan sebilah pisau dan selanjutnya melarikan diri. Sementara itu, korban dibawa ke Rumah Sakit Bintulu oleh enam temannya dan sopir mobil Hilux itu.

"Pada saat tiba di Rumah Sakit Bintulu, korban dinyatakan meninggal dunia," ujar Joni.

Kejadian ini kemudian dilaporkan ke kepolisian setempat. Berdasarkan keterangan para saksi, identitas pelaku diketahui sehingga foto pelaku tersebar dimana-mana, termasuk di media sosial.

Tak kurang dari 24 jam, tepatnya pada 20 Desember 2019, pukul 13.30 waktu setempat, tim gabungan dari Polis RCJ, Task Force dan JSJ Bintulu berhasil menangkap pelaku dalam kasus pembunuhan tersebut.

Pelaku ditangkap di rumah sewa Jalan Tanjung Batu. Polisi juga menyita barang bukti pisau berukuran 37 sentimeter yang digunakan unuk menghabisi nyawa korban.

Sementara itu, kepada Okezone, Francis Ngu Hown Hua warga Bintulu ini menginformasikan pelaku pembunuhan ditangkap di lokasi tak jauh waktu evakuasi keluarga WNI yang telantar beberapa waktu itu.

Ilustrasi (Shutterstock)

Ia menerangkan, sebelumnya pelaku memang dengan santai berkeliaran di Bintulu pasca pembunuhan itu. "Ada teman saya yang melihat orang ini. Persis dengan foto-foto yang beredar. Kemudian lapor polisi, dan akhirnya pelaku ditangkap di rumah sewa Jalan Tanjung Batu," tuturnya.

Saat ini, pelaku masih diperiksa Polis Bintulu. Informasi yang didapat, kata Francis, bahwa antara korban dan pelaku sebelumnya berebut kursi. "Tempat duduk pelaku di depan. Tapi diambil sama korban. Pelaku yang malu langsung tarik pisau yang ada di badannya dan tusuk korban. Pelaku sempat menggunting rambut agar tidak dikenali oleh polisi," tutur pegiat medsos dan aktivis kemanusian ini.

Baca Juga : Warga Sambas Tewas Ditikam di Bintulu Malaysia

Sebelumnya diberitakan, seorang WNI asal Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat, ditemukan tewas berlumuran darah pada bagian dadanya di kawasan Batu 23, Bintulu, Sarawak, Malaysia. Pria yang diketahui bernama Zulkibli itu dikabarkan merupakan korban pembunuhan. Korban diduga ditikam oleh seorang WNI asal Nusa Tenggara Barat.


Baca Juga : Pembunuh Warga Sambas Ditangkap, Sempat Potong Rambut Kelabui Polisi Malaysia

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini