Kendatipun di beberapa titik lokasi di Flores dan beberapa kabupaten lain di NTT masih terdapat permainan meriam untuk menyambut Natal, itu karena warga di sana masih mudah mendapatkan bambu.
Biaya murah itulah menjadi pilihan warga untuk tetap mempertahankan tradisi meriam menyambut Natal. Hal yang terpenting dari sekadar bunyi-bunyian dan cara melakukannya (meriam dan petasan), namun ada makna di balik itu, bahwa warga Kristiani sejagad termasuk di NTT mau melampiaskan kegembiraanya menyambut kelahiran Yesus itu dengan gembira.
Setidaknya apa yang diimani dalam makna Natal adalah sebuah kedamaian dalam kelahiran secara miskin di kandang. Damai di bumi damai di hati.
(Khafid Mardiyansyah)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.