3. Ronny Iblis
Ronny Iblis adalah preman yang sempat membuat Jakarta mencekam. Pria dengan nama asli Ronny Syaifudin ini pernah menjadi salah satu preman andalan ibu kota yang memiliki hubungan sangat erat dengan dunia gelap. Dahulu ia pernah melakukan semua jenis kejahatan mulai dari narkoba dan minuman keras, perampokan dan pencurian, sampai pembunuhan.
Pria ini dijuluki Ronny Iblis karena jika sudah tersulut emosinya, maka dia tidak segan untuk menyerang siapa saja di dekatnya dan tidak ada yang mampu menghentikan sang iblis.
Rekan-rekannya juga menjulukinya sebagai ‘tikus got’ karena dia pernah terkapar di dalam got selama dua hari akibat terlalu banyak meneguk minuman keras. ‘Sang iblis’ ini sudah keluar masuk penjara sebanyak 10 kali dengan kasus yang beragam.
Nusakambangan sempat menjadi rumah tinggalnya selama 12 tahun karena kasus pembunuhan. Ia juga pernah ditahan selama satu tahun karena kasus penganiayaan. Kini ‘sang iblis’ sudah menjelma menjadi manusi. Ia mau melakukan pekerjaan apapun asalkan halal demi memberi nafkah pada belasan istri dan anaknya.
4. Darwanto
Darwanto adalah seorang pria asal Blitar, Jawa Timur yang dulunya terobsesi menjadi seorang raja preman di Indonesia. Demi keinginannya itu, pria yang memiliki julukan Paegox ini rela merantau ke Banyuwangi sampai Banten hanya untuk menimba ilmu kesaktian atau kanuragan. Hal itu dia lakukan agar menjadi yang tak terkalahkan saat melawan musuh serta pihak berwajib.
Demi mendapat kesaktian itu, Paegox menjual ternak milik orang tuanya dan melaksanakan aneka persyaratan yang diberikan sang orang pintar. Ketika sudah mendapatkan kesaktian tersebut, Pria ini mengaku selalu menang bila harus beradu fisik dengan lawan-lawannya di jalanan.
Tapi kemudian keinginan untuk bertaubat muncul saat dia mempersunting wanita pujaannya. Sejak itulah dia menjadi sosok religius yang sering mengajak banyak orang untuk mengaji. Awalnya tentu saja dia dicibir oleh preman lain. Namun dengan perlahan Paegox merangkul mereka untuk ikut bertaubat. Dan sekarang namanya sudah tak lagi dikenal sebagai preman, melainkan seorang pria yang mendirikan pusat kajian untuk Pekerja Seks Komersial.