Menurutnya, banjir sudah menjadi rutinitas tiap tahun di wilayah tersebut. Maraknya pembangunan perumahan dan cluster yang tak diimbangi kecukupan drainase, dinilai menjadi pemicu terjadinya banjir.
"Perumnas ini kan dulunya sawah, jadi perumahan. Lah sekarang kan banyak tuh cluster-cluster di kanan kiri. Jadi enggak ada gotnya, ya itu kan larinya ke perumahan semua," ujarnya.
Pria yang sudah 32 tahun tinggal di Rawalumbu itu menjelaskan saat ini banjir lebih lama surut dibandingkan beberapa tahun ke belakang.
"Banjir mah dari dulu. Cuma kalau dulu surutnya cepat, kalau sekarang lambat karena semua kan banjir. Dulu kan kalau di sini banjir, Utara enggak, Margahayu gak, tol gak, jadi cepat surut. Kalau sekarang mayoritas banjir, jadi lama surut," ungkapnya.
Ia berharap ke depannya pemerintah dapat lebih serius menangani masalah banjir yang sudah menjadi langganan warga Rawalumbu.