Kebakaran Makin Parah, Ribuan Orang Diperintahkan Tinggalkan "Zona Berbahaya" Australia

Rahman Asmardika, Okezone · Kamis 02 Januari 2020 12:09 WIB
https: img.okezone.com content 2020 01 02 18 2148442 kebakaran-makin-parah-ribuan-orang-diperintahkan-tinggalkan-zona-berbahaya-australia-XqA9O1irbN.jpg Foto: BBC.

SYDNEY - Ribuan orang mengamankan diri dari "zona larangan wisata" (tourist leave zone) di Australia di tengah perkiraan terjadinya kebakaran hutan ganas dalam beberapa hari mendatang. Sejak September, krisis kebakaran hutan di Australia telah menewaskan sedikitnya 18 orang dan menghancurkan lebih dari 1.200 rumah.

Sedikitnya 17 orang masih dinyatakan hilang setelah kebakaran melanda Victoria dan New South Wales (NSW) pekan ini. Evakuasi terbaru di pantai selatan NSW telah disebut sebagai "relokasi terbesar keluar wilayah itu".

BACA JUGA: Kobaran Api Mendekat ke Kota Victoria, Ribuan Orang di Australia Lari ke Pantai

Pada Kamis, telah terlihat antrean panjang mobil yang tertahan di jalan raya menuju Sydney dan Canberra. Banyak di antara yang terkena kemacetan itu adalah mereka yang tiba-tiba membatalkan liburannya di wilayah tersebut.

Media lokal melaporkan antrean sepanjang satu jam untuk membeli bensin di Kota Batemans Bay, sementara bahan bakar sedang diangkut ke wilayah itu untuk mengimbangi pasokan yang semakin menipis.

Banyak jalan tetap ditutup karena kebakaran berkelanjutan dan bahaya lainnya, seperti pohon yang tidak stabil atau tumbang. Meskipun kondisinya sedikit berkurang, para pejabat khawatir ramalan berbahaya untuk Sabtu akan sekali lagi mengancam jiwa dan rumah.

"Jika Anda berlibur... Anda harus pergi sebelum Sabtu ini," kata Dinas Pemadam Kebakaran Pedesaan NSW sebagaimana dilansir BBC, Kamis (2/1/2020). Peringatan tersebut mengacu pada daerah bentangan pantai sepanjang 260 km yang menjadi tujuan wisata di negara bagian tersebut.

Pemerintah negara bagian memperingatkan bahwa kondisinya sama buruknya dengan kejadian pada Malam Tahun Baru, ketika ratusan rumah hancur.

Saat ini, para pekerja sedang membersihkan jalan, memulihkan aliran listrik, dan melakukan operasi "backburning" untuk menipiskan semak belukar di dekat area kebakaran.

BACA JUGA: Ribuan Wisatawan Terjebak di Australia Akibat Gelombang Panas dan Kebakaran Hutan

Menteri Transportasi NSW Andrew Constance mendesak orang-orang untuk mengemudi perlahan di tengah asap tebal. Dalam wawancara yang emosional dengan ABC, ia menambahkan bahwa teman-temannya sendiri telah kehilangan rumah.

Kebakaran pekan ini telah menghancurkan setidaknya 381 rumah di NSW dan 43 lainnya di Victoria, tetapi para pejabat mengatakan jumlah itu akan bertambah.

Pada Kamis, 2 Januari, Perdana Menteri (PM) Scott Morrison mengulangi seruannya kepada orang-orang untuk tidak panik dan mempercayai pekerja darurat.

"Saya memahami ketakutan yang ada bagi banyak orang dan frustrasi, tetapi ini adalah bencana alam, dan bencana alam paling baik ditangani melalui respons metodis, terkoordinasi dengan baik yang kita saksikan hari ini," katanya dalam konferensi pers.

Di tengah kritik bahwa dia "hilang" selama krisis, Mr Morrison menambahkan bahwa Kabinet akan bertemu pada Senin untuk mempertimbangkan tanggapan jangka panjang dari kebakaran hutan.

Ahli meteorologi mengatakan sistem iklim di Samudera Hindia, yang dikenal sebagai dipol, adalah pendorong utama di balik panas ekstrem yang melanda Australia. Namun banyak bagian Australia selama bertahun-tahun berada dalam kondisi kekeringan, yang telah membuat api lebih mudah menyebar dan membesar.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini