nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Libur Nataru, Sampah di Yogyakarta Mencapai 6.917 Ton

Kuntadi, Jurnalis · Kamis 02 Januari 2020 23:11 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 01 02 510 2148695 libur-nataru-sampah-di-yogyakarta-mencapai-6-917-ton-sAVkrbUmGC.jpg Ilustrasi Sampah (foto: Ist)

BANTUL – Libur Natal dan Tahun Baru menjadikan Yogyakarta dikunjungi ribuan wisatawan. Tidak hanya tingkat okupansi hotel yang meningkat, namun produksi sampah juga meningkat. Tercatat selama 1 Desember sampai dengan 1 Januari 2020, mencapai 6.917 ton sampah.

“Jumlahnya terus meningkat, dari 21 desember sampai 1 januri kemarin sudah 6.917 ton,” jelas Staff administrasi TPST (Tempat Pembuangan Sampah Terpadu) Piyungan, Sumarwan, Kamis (2/1/2020).

Baca Juga: Pesta Tahun Baru di Bundaran HI Usai, 'Pasukan Oranye' Langsung Diterjunkan 

Dari data yang ada, puncak peningkatan terbesar terjadi pada 31 Desember dan 1 Januari. Pada 31 Desember 2019, setidaknya ada 217 armada yang masuk mengangkut sampah ke TPST Piyungan. Sampah ini berasal dari Bantul, Sleman dan Kota Yogyakarta. Hanya berapa jumlah sampah dari setiap Kabupaten/Kota belum bisa diketahui.

“Volume sampah yang masuk di masing-masing daerah karena catatannya ada di Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten/kota,” terangnya.

Khusus 1 Januari 2020, volume sampah yang masuk mencapai 432,75 ton. Sampah ini merupakan sisa-sisa perayaan tahun baru yang diangkut 113 armada. Dikatakannya volume sampah selalu identik dengan kenaikan wisatawan yang datang. Biasanya ketika musim libur tiba, akan terjadi kenaikan sampah.

Kepala Seksi Penanganan Sampah Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Yogyakarta, Heryoko mengatakan dalam perayaan tahun baru kemarin, mereka mampu menghasilkan hingga 15 ton sampah. Sebagian berasal dari wilayah Tugu Pal Putih, Jalan Malioboro, hingga Alun-alun Selatan.

Baca Juga: Perayaan Nataru Berjalan Kondusif, Pimpinan Komisi III DPR Apresiasi Kinerja Aparat 

“Jumlah tersebut meningkat 2 sampai 3 ton dari perayaan tahun baru sebelumnya,” terang Heryoko.

Menurutnya, kesadaran masyarakat membuang sampah pada tempatnya masih kurang. Terbukti banyak sampah yang tercecer tidak pada tempat sampah yang disediakan. Terlebih di kawasan Malioboro pada perayaan tahun baru. Sebagian berupa sampah plastik berupa minuman cup ataupun tisue.

(fid)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini