nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Investasi Bodong Beromzet Rp750 Miliar Dibongkar Polisi

Syaiful Islam, Okezone · Jum'at 03 Januari 2020 16:40 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2020 01 03 519 2148951 investasi-bodong-beromzet-rp750-miliar-dibongkar-polisi-7jFNVskouD.jpg Polda Jawa Timur Bongkar Investasi Bodong Beromzet Rp750 Miliar (foto: Okezone/Syaiful Islam)

SURABAYA - Satgas waspada investasi Ditreskrimsus Polda Jatim membongkar investasi yang disinyalir ilegal. Investasi yang diduga bodong ini mempunyai omzet hampir Rp750 miliar.

Dalam kasus tersebut, polisi telah menahan dua orang yang sebelumnya ditetapkan sebagai tersangka yakni KT (47) warga Kelapa Gading Barat, Kecamatan Kelapa Gading, Jakarta Utara. Serta FS (52) warga Angke Kecamatan Tambora, Jakarta Barat.

Baca Juga: Bareskrim Polri Usut Kasus Dugaan Investasi Bodong GCG 

Kapolda Jawa Timur Irjen Luki Hermawan, menjelaskan satgas waspada investasi telah melakukan pengungkapan kasus kejahatan, yang mana kasus ini dilakukan korporasi yaitu memanfaatkan kebijakan pemerintah terkait iklim investasi untuk masyarakat kelas bawah dan menengah.

"Ini dimanfaatkan PT Kam and Kam yang mana dengan menggunakan aplikasi online. Mereka sudah memiliki 264 ribu member selama 8 bulan dengan nilai omzet hampir Rp750 miliar," terang Luki, Jumat (3/1/2020).

Investasi Bodong Beromzet Rp750 Miliar Dibongkar Polisi (foto: Okezone/Syaiful Islam)	 

Investasi Bodong Beromzet Rp750 Miliar Dibongkar Polisi (foto: Okezone/Syaiful Islam)

Menurut Luki, pihaknya telah melakukan penahanan terhadap dua orang yakni KT dan FS, salah satu direktur utama dan orang kepercayaan. Polisi juga mengamankan atau blokir rekening atas nama PT Kam and Kam. Uang telah diblokir senilai Rp120 miliar.

"Baru kita amankan Rp50 miliar, nanti kita akan kerja sama dengan pihak bank akan ditarik lagi sisanya untuk dipindahkan ke rekening barang bukti karena kita ada aturannya," ungkap Luki.

Modus yang dilancarkan dalam kasus ini dengan adanya pemasaran jasa pemasangan iklan yang menggunakan sistem penjualan langsung, melalui jaringan member yang direkrut dan bergabung dalam aplikasi MeMiles.

Para member yang berhasil merekrut member baru akan mendapatkan komisi dan bonus dari PT Kam and Kam sesuai dengan level member perekrut masing-masing. Para member yang telah bergabung harus melakukan top up dana ke rekening PT Kam and Kam.

"Dengan dana top up tersebut member dapat memilih bonus yang nilainya sangat fantastis diantaranya mobil, rumah, handphone, perhiasan emas dan berlian. Bonus yang telah dipilih member tidak langsung diterima, namun harus memenuhi persyaratan yang cukup lama untuk diterimanya. Antara lain memenuhi omzet nasional, pemenuhan masa antri dan tunggu selama 21 sampai 160 hari," papar Luki.

Baca Juga: Polisi Bongkar 6 Modus Kejahatan Fintech 

Selain uang miliaran rupiah, polisi juga menyita 18 unit mobil yang dipakai untuk operasional dan 2 unit sepeda motor. Setiap customer bisa memiliki lebih dari satu akun. Setiap akun harus top up dana mulai dari Rp50 ribu, Rp100 ribu hingga Rp200 juta.

Tersangka akan dijerat dengan pasal 106 jo 24 ayat 1 dan atau Pasal 105 jo Pasal 9 Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2014 tentang Perdagangan dan atau Pasal 46 ayat 1 dan ayat 2 jo Pasal 16 ayat 1 Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1998 tentang perubahan atas Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1992 tentang Perbankan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini